Rabu, 31 Maret 2010

STAN Malu dengan Perilaku Korup Gayus

Gayus Tambunan, buronan kasus penggelapan pajak di Dirjen Pajak merupakan alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara atau STAN. Prilaku korup Gayus dinilai sangat memalukan almamater kampus biru, sebutan STAN.

"Bikin malu. Kok perbuatannya bisa seperti itu," ujar mahasiswa STAN Yudha (25) saat berbincang dengan VIVAnews, di kampus STAN Bintaro, Tangerang, Selasa 30 Maret 2010.

Namun, dia berharap, kampusnya tidak menjadi bulan-bulanan pemberitaan media massa karena ulah alumninya itu. "Ada juga kan koruptor yang dari UI, UGM. Apa karena kita kampus kedinasan. Media harus berimbang," cetusnya.

STAN, kata Yudha juga mengajarkan kurikulum tentang tindak pidana korupsi dan pencegahannya.

Dia membantah pandangan masyarakat yang menyatakan, untuk masuk STAN bisa dengan menyuap. "Banyak yang bilang masuk STAN disuap, ga bener itu. Kita masuk lewat seleksi yang sulit," katanya.

Atas prilaku memalukan alumninya itu, Yudha menyatakan, tidak semua pegawai negeri sipil yang bekerja di Ditjen Pajak prilakunya korup. "Masih banyak yang integritasnya tinggi. Itu ibaratnya oknum," pungkasnya.

VIVAnews

Sejarah sate

Sate adalah sejenis makanan yang boleh dibilang makanan yang cukup mengenyangkan orang. Sate ini makanan yang ditusuk dengan lidi atau tusuk sate, khususnya sate dibuat dari kepingan daging dan dipotong kemudian ditusuk dan dibakar menggunakan api dari arang.kebanyakan sate banyak digemari oleh Tionghoa dan juga pribumi. konon banyak penjual sate hanya menjual dipinggir jalan.
Kebanyakan orang tidak makan daging semata-mata.Oleh karena itu biasanya sate diturut sertakan dengan nasi dalam bentuk lontong ataupun gogos, kadang pula ada dengan nasi putih. Sate mudah dimakan ditepi jalan karena ditusuk dengan tusuk sate. kuah sate dibuat dari kacang yang ditumbuk halus serta dimasak dengan labu yang dimasak hingga dihaluskan.kadang juga didapati sate dihidangkan dengan bawang merah.

Efek begadanga

Bangun pagi ku menggeliat
Rasanya sakit seluruh urat
Kepala rasanya penat
Duduk pun aku tak kuat

Sabahat

Sahabat sahabat yang tercinta dan tersayang...
jangan kemana kemana yach.
mao diabsenin
1. adeh
2. dina
3. yuli
4. asti
5. dian
6. asti
7. tute duanks

Perjalanan Sejarah Dangdut Indonesia-Malaysia

Perjalanan musik dangdut ternyata memiliki sejarah panjang, jauh sebelum penamaan musik ini terjadi. Tarik menarik popularitas musik ini antara biduan Indonesia dan Malaysia juga sempat terjadi, meski akhirnya musisi dangdut Tanah Air tampil mendominasi.


Munif Bahasuan yang dianggap pelopor musik dan maestro dangdut tanah air, mengaku tidak tahu darimana istilah itu berasal. Sebab, ungkapnya, pada 1940-an sudah banyak musik yang lahir berbau dangdut, tetapi belum dinamakan musik dangdut., Munif menyebut lagu Kudaku Lari, yang dilantunkan A Harris pada 1953, sebagai satu di antara lagu pelopor irama yang kelak disebut dangdut ini. Alasannya, lagu itu telah memberanikan diri memasukkan suara gendang ala India pada orkes yang semula hanya memakai gitar, harmonium, bas dan mandolin.
Pada 1950-an, selain ada A Harris, juga ada nama-nama penyanyi dangdut lain, seperti Emma Gangga, Hasnah Thahar, dan Juhana Satar. Tapi, kemudian datang masa ketika supremasi terhadap lagu-lagu berirama Melayu direbut negeri jiran Malaysia.
Popularitas P Ramlee, biduan Malaysia yang mengaku keturunan Aceh, memindahkan kiblat musik Melayu ke negeri itu. Melalui tembang Engkau Laksana Bulan dan Azizah, P Ramlee berjaya tak tersaingi. Apalagi setelah itu ia juga membintangi beberapa film layar lebar. Popularitasnya di Indonesia pun makin subur. Semua yang berbau Ramlee menjadi tren.
Tapi, pada 1960-an, muncullah Said Effendi, yang berhasil mengembalikan supremasi irama Melayu dari Malaysia ke Indonesia. Lewat lagu Bahtera Laju, Said Effendi menempatkan diri sebagai pelantun irama Melayu nomor wahid negeri ini. Ia menyingkirkan popularitas P Ramlee.
Said Effendi memiliki lagu-lagu populer yang diciptakannya sendiri, seperti Bahtera Laju, Timang-timang, dan Fatwa Pujangga, serta lagu karya orang lain, misalnya Semalam di Malaysia (Syaiful Bahri) dan Diambang Sore (Ismail Marzuki).
Ketenaran Said Effendi makin tak tertahan, ketika ia muncul dengan lagu Seroja karya Husein Bawafie. Sukses Seroja menarik minat sutradara Nawi Ismail untuk menokohkan Said Effendi ke dalam film dengan judul yang sama. Setelah itu, sutradara Asrul Sani pun menarik Said Effendi untuk membuat film Titian Serambut Dibelah Tujuh.

sumber:dangdutplus.co.id

Pandangan Islam Akuntansi

Menurut literatur Islam akuntansi (muhasabah) didefinisikan “suatu aktifitas yang teratur berkaitan dengan pencatatan transaksi-transaksi, tindakan-tindakan, keputusan-keputusan yang sesuai dengan syariat, dan jumlah-jumlahnya, di dalam catatan-catatan yang representatif, serta berkaitan dengan pengukuran hasil-hasil keuangan yang berimplikasi pada transaksi-transaksi, tindakan-tindakan, dan keputusan-keputusan tersebut membantu pengambilan keputusan yang tepat.[1]

Melalui definisi ini maka dapat dibatasi bahwa karakteristik muhasabah adalah :

1. Aktivitas yang teratur.
2. Pencatatan :
1. Transaksi-transaksi, tindakan-tindakan, dan keputusan-keputusan yang sesuai dengan hukum.
2. Jumlah-jumlahnya.
3. Di dalam catatan-catatan yang representatif.
3. Pengukuran hasil-hasil keuangan.
4. Membantu dalam pengambilan keputusan.

Pandangan Islam Akuntansi

Menurut literatur Islam akuntansi (muhasabah) didefinisikan “suatu aktifitas yang teratur berkaitan dengan pencatatan transaksi-transaksi, tindakan-tindakan, keputusan-keputusan yang sesuai dengan syariat, dan jumlah-jumlahnya, di dalam catatan-catatan yang representatif, serta berkaitan dengan pengukuran hasil-hasil keuangan yang berimplikasi pada transaksi-transaksi, tindakan-tindakan, dan keputusan-keputusan tersebut membantu pengambilan keputusan yang tepat.[1]

Melalui definisi ini maka dapat dibatasi bahwa karakteristik muhasabah adalah :

1. Aktivitas yang teratur.
2. Pencatatan :
1. Transaksi-transaksi, tindakan-tindakan, dan keputusan-keputusan yang sesuai dengan hukum.
2. Jumlah-jumlahnya.
3. Di dalam catatan-catatan yang representatif.
3. Pengukuran hasil-hasil keuangan.
4. Membantu dalam pengambilan keputusan.