Harman International, pabrikan pembuat audio kelas atas (high end). Perusahaan telah “meredefinisi” bisnis intinya di sekitar segmen pelanggannya yang belum tereksploitasi. Di awal 90’an fokus perusahaan terutama di pasar audio untuk kelas konsumen dan profesional. Kurang dari 10% nilai penjualannya berasal dari pasar otomotif. Pertumbuhan Harman mengalami stagnasi dan labanya mendekati nol.
Di 1993 Harman berhasil mengamati satu hal penting; pasar otomotif. Berdasarkan pengamatan ditemukan bahwa orang banyak menghabiskan waktunya di dalam mobil. Banyak pengemudi adalah pencinta musik yang terbiasa mendengarkan musik di rumah menggunakan perlengkapan ”high-end”. Menyadari potensi ini Harman segera mengakuisisi Becker, perusahaan Jerman, yang mensuplai radio ke Mercedes-Benz. Di pabriknya, Becker telah menggunakan piranti keras digital yang dapat membuat perlengkapan audio dengan kinerja tinggi, padahal ruang yang dibutuhkan lebih kecil. Ini yang menjadi titik balik Harman. Selanjutnya Harman melakukan investasi besar-besaran di teknologi digital untuk menciptakan sistem ”infotainment” mobil kelas ”high end”. Hasilnya adalah sukses besar, karena produknya diminati konsumen. Selanjutnya nilai pasar Harman naik 40 X lipat dari 1993 ke 2005.
Memang agak tidak biasa, tentunya, untuk menemukan segmen konsumen yang belum tergali dan dapat menyumbang pertumbuhan yang besar seperti contoh di atas. Tapi sama sekali bukan hal yang tidak biasa bagi setiap perusahaan untuk menemukan hubungan lebih dalam dan pengetahuan lebih banyak mengenai pelanggannya.
Senin, 12 April 2010
software finansial
Hyperion Solutions. Perusahaan adalah pembuat software finansial. Perusahaan berhasil menciptakan produk baru dan platform sales-and-service baru setelah munculnya kebutuhan dari departemen corporate finance terhadap software yang mampu membuat konsolidasi laporan keuangan.
American Express merubah total bisnis kartu kredit-nya setelah menyadari perbedaan penggunaan kartu kredit di setiap segmen konsumen dan adanya permintaan konsumen terhadap produk lain diluar kartu kredit.
De Beers, yang lama dikenal memegang monopoli di industri berlian, baru-baru ini meredefinisikan bisnis intinya di sekitar pelanggannya dan hubungan pelanggan. Perusahaan tidak usah diragukan memiliki hubungan jangka panjang yang baik dengan para konsumennya.
Ketika peta persaingan berubah seiring dengan munculnya rival-rival baru, perusahaan menggunakan mereknya yang kuat, imejnya yang unik dan kuatnya hubungan dengan pelanggan, sebagai dasar untuk melakukan redefinisi strategis utama. Perusahaan melikuidasi 80% inventorinya, padahal inventori berlian tersebut sebelumnya digunakan untuk menstabilkan harga berlian. Perusahaan selanjutnya menciptakan model bisnis yang baru, membangun mereknya melalui advertensi, dan mengembangkan ide produk baru untuk para distributor dan toko perhiasan. De Beers juga mensponsori kampanye iklan supaya lebih dekat dengan konsumen.
Hasilnya, nilai transaksi De Beer naik 10 kali lipat. De Beers sekarang masih bergerak di bisnis penjualan berlian mentah yang belum diolah, tapi bisnis intinya bukan lagi sebagai pengontrol suplai. Yang jadi fokus perusahaan sekarang adalah melayani pelanggannya.
American Express merubah total bisnis kartu kredit-nya setelah menyadari perbedaan penggunaan kartu kredit di setiap segmen konsumen dan adanya permintaan konsumen terhadap produk lain diluar kartu kredit.
De Beers, yang lama dikenal memegang monopoli di industri berlian, baru-baru ini meredefinisikan bisnis intinya di sekitar pelanggannya dan hubungan pelanggan. Perusahaan tidak usah diragukan memiliki hubungan jangka panjang yang baik dengan para konsumennya.
Ketika peta persaingan berubah seiring dengan munculnya rival-rival baru, perusahaan menggunakan mereknya yang kuat, imejnya yang unik dan kuatnya hubungan dengan pelanggan, sebagai dasar untuk melakukan redefinisi strategis utama. Perusahaan melikuidasi 80% inventorinya, padahal inventori berlian tersebut sebelumnya digunakan untuk menstabilkan harga berlian. Perusahaan selanjutnya menciptakan model bisnis yang baru, membangun mereknya melalui advertensi, dan mengembangkan ide produk baru untuk para distributor dan toko perhiasan. De Beers juga mensponsori kampanye iklan supaya lebih dekat dengan konsumen.
Hasilnya, nilai transaksi De Beer naik 10 kali lipat. De Beers sekarang masih bergerak di bisnis penjualan berlian mentah yang belum diolah, tapi bisnis intinya bukan lagi sebagai pengontrol suplai. Yang jadi fokus perusahaan sekarang adalah melayani pelanggannya.
Rabu, 07 April 2010
Kunci dari kelebihan penggunaan skala aritmetika
Kunci dari kelebihan penggunaan skala aritmetika dan semi-log adalah:
1. Skala aritmatika sangat berguna ketika harga berada dalam range yang ketat.
2. Skala aritmatika sangat berguna untuk grafik jangka pendek dan mendatar. Perge-rakan harga (terutama saham) ditunjukkan dalam satuan uang dan merefleksikan pergerakan mata uang.
1. Skala semi-log sangat berguna ketika harga telah bergerak secara signifikan dalam jangka pendek.
2. Garis trend cenderung cocok untuk harga terendah pada skala semi-log.
3. Skala semi-log sangat berguna untuk grafik jangka panjang untuk mengukur per-sentase pergerakan selama periode waktu tertentu.
4. Saham dan banyak sekuritas lainnya diukur dengan satuan relatif melalui pengguna-an rasio seperti PE, Price/Revenues and Price/Book. Dalam hal ini, sangatlah ma-suk akal untuk menganalisa pergerakan harga dalam satuan persentase
1. Skala aritmatika sangat berguna ketika harga berada dalam range yang ketat.
2. Skala aritmatika sangat berguna untuk grafik jangka pendek dan mendatar. Perge-rakan harga (terutama saham) ditunjukkan dalam satuan uang dan merefleksikan pergerakan mata uang.
1. Skala semi-log sangat berguna ketika harga telah bergerak secara signifikan dalam jangka pendek.
2. Garis trend cenderung cocok untuk harga terendah pada skala semi-log.
3. Skala semi-log sangat berguna untuk grafik jangka panjang untuk mengukur per-sentase pergerakan selama periode waktu tertentu.
4. Saham dan banyak sekuritas lainnya diukur dengan satuan relatif melalui pengguna-an rasio seperti PE, Price/Revenues and Price/Book. Dalam hal ini, sangatlah ma-suk akal untuk menganalisa pergerakan harga dalam satuan persentase
PENGERTIAN ANALISIS TEKNIKAL
PENGERTIAN ANALISIS TEKNIKAL
Analisis teknikal adalah metode untuk memprediksi pergerakan harga dan tren pa-sar atau sekuritas di masa depan dengan mempelajari grafik dari aksi pasar di masa lalu de-ngan mempertimbangkan harga pasar instrumen dan minat atas instrumen tersebut (Cah-yono, 2001: 9). Analisis teknikal adalah salah satu analisis atau metode pendekatan yang mengevaluasi pergerakan suatu harga saham, kontrak berjangka (future contract), indeks dan beberapa instrumen keuangan lainnya (Wijaya, 2006: 64). Secara singkat, analisis teknikal dapat dikatakan sebagai analisis sekuritas dengan menggunakan grafik harga dan volume historis (Sulistiawan dan Liliana, 2007: 4).
Analisis teknikal adalah metode untuk memprediksi pergerakan harga dan tren pa-sar atau sekuritas di masa depan dengan mempelajari grafik dari aksi pasar di masa lalu de-ngan mempertimbangkan harga pasar instrumen dan minat atas instrumen tersebut (Cah-yono, 2001: 9). Analisis teknikal adalah salah satu analisis atau metode pendekatan yang mengevaluasi pergerakan suatu harga saham, kontrak berjangka (future contract), indeks dan beberapa instrumen keuangan lainnya (Wijaya, 2006: 64). Secara singkat, analisis teknikal dapat dikatakan sebagai analisis sekuritas dengan menggunakan grafik harga dan volume historis (Sulistiawan dan Liliana, 2007: 4).
Instrumen Pasar Modal
Instrumen Pasar Modal
Instrumen atau surat-surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal sering di-sebut efek. Pengertian efek adalah setiap surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan seperti surat pengakuan utang, surat berharga komersial (commercial paper), saham, obligasi, tanda bukti utang, bukti right (right issue), waran (warran), unit penyertaan kontrak, kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap turunan (derivatif) dari efek. Berikut ini adalah penjelasan dari instrumen-instrumen Pasar Modal.
Instrumen atau surat-surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal sering di-sebut efek. Pengertian efek adalah setiap surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan seperti surat pengakuan utang, surat berharga komersial (commercial paper), saham, obligasi, tanda bukti utang, bukti right (right issue), waran (warran), unit penyertaan kontrak, kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap turunan (derivatif) dari efek. Berikut ini adalah penjelasan dari instrumen-instrumen Pasar Modal.
Selasa, 06 April 2010
Tipe Bukti Audit dan Prosedur Audit
dalam auditnya: pengendalian intern, bukti fisik, bukti dokumenter, catatan akuntansi, perhitungan, bukti lisan, perbandingan dan ratio, serta bukti dari spesialis.
Untuk memperoleh bukti audit, auditor melaksanakan prosedur audit yang merupakan instruksi terperinci untuk mengumpulkan tipe bukti audit tertentu yang harus diperoleh pada saat tertentu dalam audit. Prosedur audit yang dipakai oleh auditor untuk memperoleh bukti audit adalah inspeksi, pengamatan, wawancara, konfirmasi, penelusuran, pemeriksaan bukti pendukung, penghitungan, dan scanning.
Dalam situasi tertentu, risiko terjadinya kesalahan dan penyajian yang salah dalam akun dan dalam laporan keuangan jauh lebih besar dibandingkan dengan situasi yang biasa. Oleh karena itu, auditor harus waspada jika menghadapi situasi audit yang mengandung risiko besar, seperti contoh berikut ini: pengendalian intern yang lemah, kondisi keuangan yang tidak sehat, manajemen yang tidak dapat dipercaya, penggantian auditor publik yang dilakukan oleh klien tanpa alasan yang jelas, perubahan tarif atau peraturan pajak atas laba, usaha yang bersifat spekulatif, dan transaksi perusahaan yang kompleks. Kewaspadaan ini perlu dimiliki oleh auditor untuk menghindarkan dirinya dari pernyataan pendapat wajar atas laporan keuangan klien yang berisi ketidakjujuran.
Dalam proses pengumpulan bukti audit, auditor melakukan empat pengambilan keputusan yang sating berkaitan, yaitu penentuan prosedur audit yang akan digunakan, penentuan besarnya sampel untuk prosedur audit tertentu, penentuan unsur tertentu yang harus dipilih dari populasi, dan penentuan waktu yang cocok untuk melaksanakan prosedur audit tersebut.
Untuk memperoleh bukti audit, auditor melaksanakan prosedur audit yang merupakan instruksi terperinci untuk mengumpulkan tipe bukti audit tertentu yang harus diperoleh pada saat tertentu dalam audit. Prosedur audit yang dipakai oleh auditor untuk memperoleh bukti audit adalah inspeksi, pengamatan, wawancara, konfirmasi, penelusuran, pemeriksaan bukti pendukung, penghitungan, dan scanning.
Dalam situasi tertentu, risiko terjadinya kesalahan dan penyajian yang salah dalam akun dan dalam laporan keuangan jauh lebih besar dibandingkan dengan situasi yang biasa. Oleh karena itu, auditor harus waspada jika menghadapi situasi audit yang mengandung risiko besar, seperti contoh berikut ini: pengendalian intern yang lemah, kondisi keuangan yang tidak sehat, manajemen yang tidak dapat dipercaya, penggantian auditor publik yang dilakukan oleh klien tanpa alasan yang jelas, perubahan tarif atau peraturan pajak atas laba, usaha yang bersifat spekulatif, dan transaksi perusahaan yang kompleks. Kewaspadaan ini perlu dimiliki oleh auditor untuk menghindarkan dirinya dari pernyataan pendapat wajar atas laporan keuangan klien yang berisi ketidakjujuran.
Dalam proses pengumpulan bukti audit, auditor melakukan empat pengambilan keputusan yang sating berkaitan, yaitu penentuan prosedur audit yang akan digunakan, penentuan besarnya sampel untuk prosedur audit tertentu, penentuan unsur tertentu yang harus dipilih dari populasi, dan penentuan waktu yang cocok untuk melaksanakan prosedur audit tersebut.
Bukti Audit dan Kertas Kerja Audit
Bukti audit adalah segala informasi yang mendukung angka-angka atau informasi lain yang disajikan dalam laporan keuangan yang dapat digunakan oleh auditor sebagai dasar untuk menyatakan pendapatnya. Standar pekerjaan lapangan ketiga mewajibkan auditor untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan kompeten sebagai dasar bagi auditor untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diauditnya. Isi standar tersebut adalah sebagai berikut.
“Bukti kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, tanya jawab, dan konfirmasi sebagai dasar yang layak untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diperiksa”.
Cukup atau tidaknya bukti audit menyangkut kuantitas bukti yang harus diperoleh auditor dalam auditnya, sedangkan kompetensi bukti audit menyangkut kualitas atau keandalan bukti yang dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu sumber bukti, pengendalian intern, dan cara untuk memperoleh bukti.
“Bukti kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, tanya jawab, dan konfirmasi sebagai dasar yang layak untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diperiksa”.
Cukup atau tidaknya bukti audit menyangkut kuantitas bukti yang harus diperoleh auditor dalam auditnya, sedangkan kompetensi bukti audit menyangkut kualitas atau keandalan bukti yang dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu sumber bukti, pengendalian intern, dan cara untuk memperoleh bukti.
Langganan:
Postingan (Atom)
