Dari seluruh variable lingkungan yang harus diperhatikan oleh manager keuangan, hanya variable mata uang asing yang memiliki pengaruh sama besarnya dengan variable perpajakan. Faktor pajak sangat memperngaruhi keputusan mengenai di mana perusahaan melakukan investasi, bentuk organisasi apa yang digunakan, bagaimana cara untuk mendanainya, kapan dan di mana untuk mengakui elemen-elemen pendapatan, beban dan berapa harga transfer yang dikenakan.
KONSEP AWAL
Rumitnya hokum dan aturan yang menentukan pajak bagi perusahaan asing dan laba yang dihasilkan di luar negeri sebenarnya berasal dari beberapa konsep dasar. Konsep ini mencakup instilah netralitas pajak dan ekuitas pajak. Netralitas pajak berarti bahwa tidak memiliki pengaruh (netral) terhadap keputusan alokasi sumber daya. Dengan kata lain keputusan bisnis didorong oleh fundamental ekonomi seoperti tingkat imbalan dan bukan pertimbangan pajak. Ekuitas pajak berarti wajub pajak yang menghadapi situasi yang mirip semestinya membayar pajak yang sama, tetapi terdapat ketidaksetujuan antarbagaimana menginterpretasikan konsep ini.
KEANEKARAGAMAN SISTEM PAJAK NASIONAL
Suatu perusahaan dapat melakukan bisnis internasional dengan mengekspor barang dan jasa atau dengan melakukan investasi asing langsung atau tidak langsung. Ekspor jarang sekali memicu potensi pajak di Negara yang melakukan impor, karena sulit sekali bagi Negara pengimpor untuk menetapkan pajak yang dikenakan atas eksportir luar negeri. Di sisi lain suatu perusahaan yang berorientasi di Negara lain melalui cabang atau perusahaan afiliasi terkena pajak di Negara itu.
MACAM-MACAM PAJAK
Perusahaan yang berorientasi di luar negeri menghadapi berbagai jenis pajak. Pajak langsung seperti pajak penghasilan, mudah untuk dikenali dan umumnya diungkapkan pada laporan keuangan perusahaan. Pajak tidak langsung seperti pajak konsumsi tidak dapat dikenali dengan jelas dan tidak terlalu sering diungkapkan, umumnya mereka tersembunyi dalam pos biaya dan beban lain-lain.
Pajak Penghasilan Perusahaan, mungkin digunakan secara lebih luas untuk menghasilkan pendapatan bagi pemerintah dibandingkan dengan pajak utama lainnya dengan kemungkinan pengecualian untuk bead an cukai.
Pajak pungutan adalah pajak yang dikenakan oleh pemerintah terhadap dividen, bunga, dan pembayaran royalty yang diterima oleh investor asing.
Pajak pertambahan nilai merupakan pajak konsumsi yang ditemukan di Eropa dan Kanada. Pajak ini umumnya dikenakan terhadap nilai tambah dari setiap tahap produksi atau distribusi. Pajak ini berlaku untuk total penjualan dikurangi dengan pembelian dari unit penjual perantara.
Pajak perbatasan seperti bea cukai dan bea impor umumnya ditujuan untuk menjaga agara barang domestic dapat bersaing harga dengan barang impor. Dengan demikian pajak yang dikenakan terhadap impor umumnya dilakukan secara parallel dan pajak tidak langsung lainnya dibayarkan oleh produsen domestic barang yang sejenis.
Pajak transfer merupakan jenis pajak tidak langsung lainnya. Pajak ini dikenakan terhadap pengalihan (transfer) objek antarpembayar pajak dan dapat menimbulkan pengaruh yang penting terhadap keputusan bisnis seperti struktur akuisisi.
PEMAKAIAN TERHADAP SUMBER LABA DARI LUAR NEGERI DAN PEMAJAKAN GANDA
Setiap Negara mengklaim hak untuk mengenakan pajak terhadap laba yang dihasilkan di dalam wilayahnya. Namun demikian, filosofi nasional atas pengenaan pajak terhadap sumber-sumber dari luar negeri itu berbeda-beda dan ini merupakan hal yang penting dari sudut pandang seorang perencana pajak. Kebanyakan Negara (seperti Australia, Brazil, Cina, Republik Ceko, Jerman, Jepang, Meksiko, Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat) menerapkan prinsip seluruh dunia dan mengenakan pajak terhadap laba atau pendapatan perusahaan dan warga Negara di dalamnya tanpa melihat wilayah Negara. Gagasan yang mendasarinya adalah bahwa anak perusahaan asing sebuah perusahaan local adalah suatu perusahaan local yang kebetulan beroperasi di luar negeri.
DIMENSI PERENCANAAN PAJAK
Dalam melakukan perencanaan pajak perusahaan multinasional memiliki keunggulan tertentu atas perusahaan yang murni domestic karena memiliki fleksibilitas geografis lebih besar dalam menentukan lokasi produksi dan system distribusi. Dalam mengenakan sumber pajak luar negeri banyak pihak yang berwenang pajak yang memusatkan perhatian pada bentuk organisasi operasi luar negeri. Sebuah cabang umumnya dianggap sebagai perluasan induk perusahaan. Dengan demikian labanya segera dikonsolidasikan dengan laba induk perusahaan dan dikenakan pajak secara penuh pada tahun pada saat laba dihasilkan, terlepas apakah dikirimkan kembali kepada induk perusahaan atau tidak.
METODOLOGI PENENTUAN HARGA TRANSFER
Harga transfer dapat didasarkan pada biaya selisih kenaikan atau harga pasar. Pengaruh lingkungan atas harga transfer juga menimbulkan sejumlah pertanyaan mengenai metodologi penentuan harga. Prinsip wajar atau harga transfer antarperusahaan dengan mengandaikan transaksi itu terjadi antarpihak yang tidak berhubungan instimewa di pasar yang kompetitif. Menurut undang-undang Pajak Penghasilan di AS terdapat metode-metode:
1. Metode Harga yang Tidak Terkontrol Setara
Berdasarkan metode ini harga transfer ditentukan dengan mengacu pada harga yang digunakan dalam transaksi setara antara perusahaan yang independent atau setara perusahaan dengan pihak ketiga yang tidak berkaitan.
2. Metode Transaksi Tidak Terkontrol yang Setara
Metode ini diterapkan untuk pengalihan aktiva tidak berwujud. Metode ini mengidentifikasikan tingkat royalty acuan dengan mengacu pada transaksi yang tidak terkontrol di mana aktiva tidak berwujud yang sama atau serupa dialihkan. Sebagaimana metode harga tidak terkontrol yang setara, metode ini bergantung pada perbandingan pasar.
3. Metode Harga Jual Kembali
Metode ini menghitung harga transaksi yang wajar yang diawali dengan harga yang dikenakan atas penjualan barang yang dimaksud kepada pembeli yang independent. Margin yang memadai untuk menutup beban dan laba nomal kemudian dikurangkan dari harga ini untuk memperoleh harga transfer antarperusahaan.
4. Metode Penentuan Biaya Plus
Metode ini berguna apabila barang semi jadi dialihkan antarperusahaan afiliasi luar negeri atau jika suatu entitas merupakan sub kontraktor bagi perusahaan lain.
5. Metode Laba Sebanding
Metode ini mendukung pandangan umum yang menyatakan bahwa pembayar pajak yang menghadapi situasi yang mirip harusnya memperoleh imbalan yang mirip pula selama beberapa periode waktu tertentu.
6. Metode Pemisahan Laba
Metode ini digunakan jika acuan produk atau pasar tidak tersedia. Metode ini mencakup pembagian laba yang dihasilkan melalui transaksi dengan pihak berhubungan istimewa yaitu antara perusahaan afiliasi berdasarkan cara yang wajar.
7. Metode Penentuan Harga Lainnya
Metode ini dapat digunakan jika menghasilkan ukuran harga wajar yang lebih akurat.
PRAKTIK HARGA TRANSFER
Dalam praktiknya, beberapa metode penentuan harga transfer digunakan bersamaan. Factor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode harga transfer antara lain tujuan perusahaan: apakah tujuannya adalah mengelola beban pajak, atau mempertahankan posisi daya saing perusahaan, atau memprromosikan evaluasi kerja yang setara.
MASA DEPAN
Teknologi dan perekonomian global menimbulkan tantangan sendiri bagi banyak prinsip-prinsip yang mendasari perpajakan internasional, bahwa setiap setiap bangsa memiliki hak menentukan untuk dirinya sendiri seberapa banyak pajak yang dapat dikumpulkan dari rakyatnya dan kalangan usaha yang ada di dalam wilayahnya. Namun, pemerintah di seluruh dunia mengharuskan metode penentuan harga transfer pada prinsip harga wajar. Yaitu, perusahan multinasional di Negara berbeda dikenakan pajak seakan-akan mereka adalah perusahaan independent yang beroperasi secara wajar dari satu sama lain. Perhitungan harga wajar tidak relevan karena semakin sedikit perusahaan yang beropreasi dengan cara ini. Efeknya bagi perpajakan nasional, kerjasama dan pembagian informasi yang makin erat antara otoritas pajak di seluruh dunia. Kompetisi pajak juga semakin besar. Internet membuat upaya mengambil keuntungan dari Negara surga pajak semakin mudah. Pajak tunggal juga digunakan sebagai alternative untuk menggunakan harga transfer dalam menentukan penghasilan kena pajak.
Kamis, 19 Mei 2011
Rabu, 11 Mei 2011
Shahrukhan at Film Devdas

anggal Rilis :2002
Jenis Film :
Diperankan Oleh :Shahrukh Khan Madhuri Dixit Aishwariya Rai Jackie Shroff
Rating :
1 2 3 4 5 6 votes Cast your vote now!
Ringkasan Cerita FILM DEVDAS :
Devdas Mukherjee, adalah pemalas, walaupun sensitif dan berbakat. tugas sehari-hari-Nya adalah untuk menghabiskan waktu dengan teman masa kecilnya, Parvati, tetangga Mukherjees ‘, yang termasuk dalam keluarga kelas menengah. Devdas dikirim pergi ke luar negeri sehingga ia dapat memperbaiki dirinya sendiri. Beberapa tahun, setelah kembali, hal-hal yang tidak berubah, ayahnya masih menganggap dia sebagai pemalas, meskipun Devdas disambut oleh seluruh keluarganya, di sambut bisa saja lebih hangat telah Devdas memilih untuk tidak mengunjungi Parvati (Paro), bukan dari ibunya sendiri. Devdas dan Paro sedang jatuh cinta, dan harapan untuk menikah. Tapi ayah Devdas ‘memiliki rencana lain, dengan keras menentang perkawinan sebuah keluarga kasta yang lebih rendah, dan sebagai akibat Paro menikah dengan duda yang jauh lebih tua dengan anak-anak usia dewasa, dan Devdas meninggalkan rumah, menjadi seorang pecandu alkohol, seorang casanova, yang tidak mampu mendapatkan Paro keluar dari pikirannya, mencintai dan membencinya pada saat yang sama. Devdas bertemu dengan pelacur, Chandramukhi, dan akhirnya jatuh cinta dengan dia juga, sehingga dia mendapatkan reputasi buruk. Kemudian Paro memutuskan untuk berbicara Chandramukhi keluar mendapatkan Devdas jauh dari alkohol, yang Chandramukhi setuju, tapi pertanyaannya tetap apakah mereka akan bertindak pada waktunya untuk menghentikan Devdas sebelum ia sendiri.
Selasa, 10 Mei 2011
Manjemen Resiko Keuangan
Manajemen Risiko Keuangan
Tujuan utama manajemen risiko keuangan adalah untuk meminimalkan potensi kerugian yang timbul dari perubahan tak terduga dalam harga mata uang, kredit, komoditas, dan ekuitas. Resiko volatilitas harga yang dihadapi ini disebut dengan resiko pasar. Risiko pasar terdapat dalam berbagai bentuk. Meskipun volatilitas harga atau tingkat, akuntan manajemen perlu mempertimbangkan resiko lainnya:
(1) risiko likuiditas, timbul karena tidak semua produk manajemen dapat diperdagangkan secara bebas,
(2) diskontinuitas pasar, mengacu pada risiko bahwa pasar tidak selalu menimbulkan perubahan harga secara bertahap,
(3) risiko kredit, merupakan kemungkinan bahwa pihak lawan dalam kontrak manajemen risiko tidak dapat memenuhi kewajibannya,
(4) risiko regulasi, adalah risiko yang timbul karena pihak otoritas public melarang penggunaan suatu produk keuangan untuk tujuan tertentu,
(5) risiko pajak, merupakan risiko bahwa transaksi lindung nilai tertentu tidak dapat memperoleh perlakuan pajak yang diinginkan, dan
(6) risiko akuntansi, adalah peluang bahwa suatu transaksi lindung nilai tidak dapat dicatat selainbagian dari transaksi yang hendak dilindung nilai.
MENGAPA MENGELOLA RISIKO KEUANGAN
Pertama, manajemen eksposur membantu dalam menstabilkan ekspektasi arus kas perusahaan. Manajemen eksposur yang aktif memungkinkan perusahaan untuk berkonsentrasi pada risiko bisnisnya yang utama. Para pemberi saham, karyawan, dan pelanggan juga memperoleh manfaat dari manajemen eksposur. Pemberi pinjaman umumnya memiliki toleransi risiko lebih rendah dibandingkan dengan pemegang saham, sehingga membatasi eksposur perusahaan untuk menyeimbangkan kepentingan pemegang saham dan pemegang obligasi.
PERANAN AKUNTANSI
Akuntansi manajemen memainkan peran yang penting dalam proses risiko manajemen. Mereka membantu dalam mengidentifikasikan eksposur pasar, mengkuantifikasi keseimbangan yang terkait dengan strategi respons risiko alternative, mengukur potensi yang dihadapi perusahaan terhadap risiko tertentu, mencatat produk lindung nilai tertentu dan mengevaluasi program lindung nilai.
Kerangka dasar yang bermanfaat untuk mengidentifikasi berbagai jenis risiko market berpotensi dapat disebut sebagai pemetaan risiko. Kerangka ini diawali dengan pengamatan atas hubungan berbagai risiko pasar terhadap pemicu nilai suatu perusahaan dan pesaingnya. Pemicu nilai mengacu pada kondisi keuangan dan pos-pos kinerja operasi keuangan utama yang mempengaruhi nilai suatu perusahaan. Risiko pasar mencakup risiko kurs valuta asing dan suku bunga, serta risiko harga komoditas dan ekuitas. Mata uang Negara sumber pembelian mengalami penurunan nilai relative terhadap mata uang Negara domnestik, maka perubahan ini dapat menyebabkan pesaing domestic mampu menjual dengan harga yang lebih rendah, ini disebut sebagai risiko kompetitif mata uang yang dihadapi. Akuntan manajemen harus memasukkan suatu fungsi demikian probabilitas yang terkait dengan serangkaian hasil keluaran masing-masing pemicu nilai. Peran lain yang dimainkan oleh para akuntan dalam proses manajemen resiko meliputi proses kuantifikasi penyeimbangan yang berkaitan dengan alternative strategi respon risiko. Risiko kurs valuta asing adalah salah satu bentuk risiko yang paling umum dan akan dihadapi oleh perusahaan multinasional. Di dalam dunia kurs mengambang, manajemen risiko mencakup: (1) antisipasi pergerakan kurs, (2) pengukuran risiko kurs valuta asing yang dihadapi perusahaan, (3) perancangan strategi perlindungan yang memadai, dan (4) pembuatan pengendalian manajemen risiko internal. Manajer keuangan harus memiliki informasi mengenai kemungkinan arah, waktu, dan magnitude perubahan kurs dan dapat menyusun ukuran-ukuran defensive memadai dengan lebih efisien dan efektif.
Potensi terhadap risiko valas timbul apabila perubahan kurs valas juga mengubah nilai aktiva bersih, laba, dan arus kas suatu perusahaan. Pengukuran akuntansi tradisional terhadap potensi risiko valas ini berpusat pada dua jenis potensi risiko: translasi dan transaksi.
Potensi risiko translasi mengukur pengaruh perubahan kurs valas terhadap nilai ekuivalen mata uang domestik atas aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing yang dimiliki oleh perusahaan. Karena jumlah dalam mata uang asing umumnya ditranslasikan ke dalam nilai ekuivalen mata uang domestik untuk tujuan pengawasan manajemen atau pelaporan keuangan eksternal, pengaruh translasi itu menimbulkan dampak langsung terhadap laba yang diinginkan. Kelebihan antara aktiva terpapar resiko dengan kewajiban terpapar (yaitu pos-pos dalam mata uang asing yang ditranslasikan berdasarkan kurs kini) menyebabkan timbulnya posisi aktiva terpapar bersih. Posisi ini sering disebut potensi risiko positif. Devaluasi mata uang asing relatif terhadap mata uang pelaporan menimbulkan kerugian translasi. Revaluasi mata uang asing menghasilkan keuntungan translasi. Sebaliknya, jika perusahaan memiliki posisi kewajiban terpapar bersih atau potensi risiko negatif apabila kewajiban terpapar melebihi aktiva terpapar. Dalam kasus ini, devaluasi mata uang asing menyebabkan timbulnya keuntungan translasi. Revalusi mata uang asing menyebabkan kerugian translasi.
Potensi risiko transaksi, berkaitan dengan keuntungan dan kerugian nilai tukar valuta asing yang timbul dari penyelesaian transaksi yang berdenominasi dalam mata uang asing. Keuntungan dan kerugian transaksi memiliki dampak langsung terhadap arus kas. Laporan potensi risiko transaksi berisi pos-pos yang umumnya tidak muncul dalam laporan keuangan konvensional, tetapi menimbulkan keuntungan dan kerugian transaksi seperti kontrak forward mata uang asing, komitmen pembelian dan penjualan masa depan dan sewa guna usaha jangka panjang.
Untuk meminimalkan atau menghilangkan potensi risiko tersebut, dibutuhkan strategi yang mencakup lindung nilai neraca, operasional, dan kontraktual. Lindung nilai neraca dapat mengurangi potensi risiko yang dihadapi perusahaan dengan menyesuaikan tingkatan dan nilai denominasi moneter aktiva dan kewajiban perusahaan yang terpapar. Lindung nilai operasional berfokus pada variabel-variabel yang mempengaruhi pendapatan dan beban dalam mata uang asing. Lindung nilai structural mencakup relokasi tempat manufaktur untuk mengurangi potensi risiko yang dihadapi perusahaan atau mengubah Negara yang menjadi sumber bahan mentah dan komponen manufaktur. Lindung nilai kontraktual dikembangkan untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada para manajer dalam mengelola potensi risiko valas yang dihadapi.
PERLAKUAN AKUNTANSI
FASB menerbitkan FAS No 133, yang diklarifikasi melalui FAS 149 pada bulan April 2003, untuk memberikan pendekatan tunggal yang komprehensif atas akuntansi untuk transaksi derivative dan lindung nilai. Provisi dasar standar ini adalah:
- seluruh instrument derivative dicatat pada neraca sebagai aktiva dan kewajiban,
- keuntungan dan kerugian dari perubahan dalam nilai wajar instrument derivative bukankan aktiva atau kewajiban,
- lindung nilai haruslah sangat efektif agar layak mendapatkan perlakuan akuntansi khusus, yaitu keuntungan atau kerugian atas instrument lindung niai secara tepat harus mengimbangi keuntungan dan kerugian sesuatu yang dilindungi nilai
- hubungan lindung nilai haruslah terdokumentasi secara lengkap demi manfaat pemvaca laporan
- keuntungan atau keruhian dari investasi bersih dalam mata uang asing pada awalnya dicatat dalam laba komprehensif lainnya
- keuntungan atau kerugian lindung nilai terhadap arus kas masa depan yang belum pasti, seperti perkiraan penjualan ekspor, pada awalnya diakui sebagai bagian dari laba komprehensif.
Meskipun aturan penuntun yang dikeluarkan FASB dan IASB telah banyak mengklarifikasi pengakuan dan pengukuan derivative, masih saja terdapat beberapa masalah. Yang pertama berkaitan dengan nilai wajar. Kompleksitas pelaporan keuangan juga semakin meningkat jika lindung nilai dianggap sangatlah tidak efektif untuk mengimbangi risiko valas.
#semua sumber.
Tujuan utama manajemen risiko keuangan adalah untuk meminimalkan potensi kerugian yang timbul dari perubahan tak terduga dalam harga mata uang, kredit, komoditas, dan ekuitas. Resiko volatilitas harga yang dihadapi ini disebut dengan resiko pasar. Risiko pasar terdapat dalam berbagai bentuk. Meskipun volatilitas harga atau tingkat, akuntan manajemen perlu mempertimbangkan resiko lainnya:
(1) risiko likuiditas, timbul karena tidak semua produk manajemen dapat diperdagangkan secara bebas,
(2) diskontinuitas pasar, mengacu pada risiko bahwa pasar tidak selalu menimbulkan perubahan harga secara bertahap,
(3) risiko kredit, merupakan kemungkinan bahwa pihak lawan dalam kontrak manajemen risiko tidak dapat memenuhi kewajibannya,
(4) risiko regulasi, adalah risiko yang timbul karena pihak otoritas public melarang penggunaan suatu produk keuangan untuk tujuan tertentu,
(5) risiko pajak, merupakan risiko bahwa transaksi lindung nilai tertentu tidak dapat memperoleh perlakuan pajak yang diinginkan, dan
(6) risiko akuntansi, adalah peluang bahwa suatu transaksi lindung nilai tidak dapat dicatat selainbagian dari transaksi yang hendak dilindung nilai.
MENGAPA MENGELOLA RISIKO KEUANGAN
Pertama, manajemen eksposur membantu dalam menstabilkan ekspektasi arus kas perusahaan. Manajemen eksposur yang aktif memungkinkan perusahaan untuk berkonsentrasi pada risiko bisnisnya yang utama. Para pemberi saham, karyawan, dan pelanggan juga memperoleh manfaat dari manajemen eksposur. Pemberi pinjaman umumnya memiliki toleransi risiko lebih rendah dibandingkan dengan pemegang saham, sehingga membatasi eksposur perusahaan untuk menyeimbangkan kepentingan pemegang saham dan pemegang obligasi.
PERANAN AKUNTANSI
Akuntansi manajemen memainkan peran yang penting dalam proses risiko manajemen. Mereka membantu dalam mengidentifikasikan eksposur pasar, mengkuantifikasi keseimbangan yang terkait dengan strategi respons risiko alternative, mengukur potensi yang dihadapi perusahaan terhadap risiko tertentu, mencatat produk lindung nilai tertentu dan mengevaluasi program lindung nilai.
Kerangka dasar yang bermanfaat untuk mengidentifikasi berbagai jenis risiko market berpotensi dapat disebut sebagai pemetaan risiko. Kerangka ini diawali dengan pengamatan atas hubungan berbagai risiko pasar terhadap pemicu nilai suatu perusahaan dan pesaingnya. Pemicu nilai mengacu pada kondisi keuangan dan pos-pos kinerja operasi keuangan utama yang mempengaruhi nilai suatu perusahaan. Risiko pasar mencakup risiko kurs valuta asing dan suku bunga, serta risiko harga komoditas dan ekuitas. Mata uang Negara sumber pembelian mengalami penurunan nilai relative terhadap mata uang Negara domnestik, maka perubahan ini dapat menyebabkan pesaing domestic mampu menjual dengan harga yang lebih rendah, ini disebut sebagai risiko kompetitif mata uang yang dihadapi. Akuntan manajemen harus memasukkan suatu fungsi demikian probabilitas yang terkait dengan serangkaian hasil keluaran masing-masing pemicu nilai. Peran lain yang dimainkan oleh para akuntan dalam proses manajemen resiko meliputi proses kuantifikasi penyeimbangan yang berkaitan dengan alternative strategi respon risiko. Risiko kurs valuta asing adalah salah satu bentuk risiko yang paling umum dan akan dihadapi oleh perusahaan multinasional. Di dalam dunia kurs mengambang, manajemen risiko mencakup: (1) antisipasi pergerakan kurs, (2) pengukuran risiko kurs valuta asing yang dihadapi perusahaan, (3) perancangan strategi perlindungan yang memadai, dan (4) pembuatan pengendalian manajemen risiko internal. Manajer keuangan harus memiliki informasi mengenai kemungkinan arah, waktu, dan magnitude perubahan kurs dan dapat menyusun ukuran-ukuran defensive memadai dengan lebih efisien dan efektif.
Potensi terhadap risiko valas timbul apabila perubahan kurs valas juga mengubah nilai aktiva bersih, laba, dan arus kas suatu perusahaan. Pengukuran akuntansi tradisional terhadap potensi risiko valas ini berpusat pada dua jenis potensi risiko: translasi dan transaksi.
Potensi risiko translasi mengukur pengaruh perubahan kurs valas terhadap nilai ekuivalen mata uang domestik atas aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing yang dimiliki oleh perusahaan. Karena jumlah dalam mata uang asing umumnya ditranslasikan ke dalam nilai ekuivalen mata uang domestik untuk tujuan pengawasan manajemen atau pelaporan keuangan eksternal, pengaruh translasi itu menimbulkan dampak langsung terhadap laba yang diinginkan. Kelebihan antara aktiva terpapar resiko dengan kewajiban terpapar (yaitu pos-pos dalam mata uang asing yang ditranslasikan berdasarkan kurs kini) menyebabkan timbulnya posisi aktiva terpapar bersih. Posisi ini sering disebut potensi risiko positif. Devaluasi mata uang asing relatif terhadap mata uang pelaporan menimbulkan kerugian translasi. Revaluasi mata uang asing menghasilkan keuntungan translasi. Sebaliknya, jika perusahaan memiliki posisi kewajiban terpapar bersih atau potensi risiko negatif apabila kewajiban terpapar melebihi aktiva terpapar. Dalam kasus ini, devaluasi mata uang asing menyebabkan timbulnya keuntungan translasi. Revalusi mata uang asing menyebabkan kerugian translasi.
Potensi risiko transaksi, berkaitan dengan keuntungan dan kerugian nilai tukar valuta asing yang timbul dari penyelesaian transaksi yang berdenominasi dalam mata uang asing. Keuntungan dan kerugian transaksi memiliki dampak langsung terhadap arus kas. Laporan potensi risiko transaksi berisi pos-pos yang umumnya tidak muncul dalam laporan keuangan konvensional, tetapi menimbulkan keuntungan dan kerugian transaksi seperti kontrak forward mata uang asing, komitmen pembelian dan penjualan masa depan dan sewa guna usaha jangka panjang.
Untuk meminimalkan atau menghilangkan potensi risiko tersebut, dibutuhkan strategi yang mencakup lindung nilai neraca, operasional, dan kontraktual. Lindung nilai neraca dapat mengurangi potensi risiko yang dihadapi perusahaan dengan menyesuaikan tingkatan dan nilai denominasi moneter aktiva dan kewajiban perusahaan yang terpapar. Lindung nilai operasional berfokus pada variabel-variabel yang mempengaruhi pendapatan dan beban dalam mata uang asing. Lindung nilai structural mencakup relokasi tempat manufaktur untuk mengurangi potensi risiko yang dihadapi perusahaan atau mengubah Negara yang menjadi sumber bahan mentah dan komponen manufaktur. Lindung nilai kontraktual dikembangkan untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada para manajer dalam mengelola potensi risiko valas yang dihadapi.
PERLAKUAN AKUNTANSI
FASB menerbitkan FAS No 133, yang diklarifikasi melalui FAS 149 pada bulan April 2003, untuk memberikan pendekatan tunggal yang komprehensif atas akuntansi untuk transaksi derivative dan lindung nilai. Provisi dasar standar ini adalah:
- seluruh instrument derivative dicatat pada neraca sebagai aktiva dan kewajiban,
- keuntungan dan kerugian dari perubahan dalam nilai wajar instrument derivative bukankan aktiva atau kewajiban,
- lindung nilai haruslah sangat efektif agar layak mendapatkan perlakuan akuntansi khusus, yaitu keuntungan atau kerugian atas instrument lindung niai secara tepat harus mengimbangi keuntungan dan kerugian sesuatu yang dilindungi nilai
- hubungan lindung nilai haruslah terdokumentasi secara lengkap demi manfaat pemvaca laporan
- keuntungan atau keruhian dari investasi bersih dalam mata uang asing pada awalnya dicatat dalam laba komprehensif lainnya
- keuntungan atau kerugian lindung nilai terhadap arus kas masa depan yang belum pasti, seperti perkiraan penjualan ekspor, pada awalnya diakui sebagai bagian dari laba komprehensif.
Meskipun aturan penuntun yang dikeluarkan FASB dan IASB telah banyak mengklarifikasi pengakuan dan pengukuan derivative, masih saja terdapat beberapa masalah. Yang pertama berkaitan dengan nilai wajar. Kompleksitas pelaporan keuangan juga semakin meningkat jika lindung nilai dianggap sangatlah tidak efektif untuk mengimbangi risiko valas.
#semua sumber.
Selasa, 03 Mei 2011
STANDAR AKUNTANSI DAN HARMONISASI
Pada dasarnya standar akuntansi merupakan pengumuman atau ketentuan resmi yang dikeluarkan badan berwenang di lingkungan tertentu tentang pedoman umum yang dapat digunakan manajemen untuk menghasilkan laporan keuangan. Dengan adanya standar akuntansi, laporan keuangan diharapkan dapat menyajikan informasi yang relevan dan dapat dipercaya kebenarannya. Standar akuntansi juga digunakan oleh pemakai laporan keuangan seperti investor, kreditor, pemerintah, dan masyarakat umum sebagai acuan untuk memahami dan menganalisis laporan keuangan sehingga memungkinkan mereka untuk mengambil keputusan yang benar. Dengan demikian, standar akuntansi memiliki peranan penting bagi pihak penyusun dan pemakai laporan keuangan sehingga timbul keseragaman atau kesamaan interpretasi atas informasi yang terdapat dalam laporan keuangan.
Secara garis besar ada empat hal pokok yang diatur dalam standar akuntansi. Yang pertama berkaitan dengan definisi elemen laporan keuangan atau informasi lain yang berkaitan. Definisi digunakan dalam standar akuntansi untuk menentukan apakah transaksi tertentu harus dicatat dan dikelompokkan ke dalam aktiva, hutang, modal, pendapatan dan biaya. Yang kedua adalah pengukuran dan penilaian. Pedoman ini digunakan untuk menentukan nilai dari suatu elemen laporan keuangan baik pada saat terjadinya transaksi keuangan maupun pada saat penyajian laporan keuangan (pada tanggal neraca). Hal ketiga yang dimuat dalam standar adalah pengakuan, yaitu kriteria yang digunakan untuk mengakui elemen laporan keuangan sehingga elemen tersebut dapat disajikan dalam laporan keuangan. Yang terakhir adalah penyajian dan pengungkapan laporan keuangan. Komponen keempat ini digunakan untuk menentukan jenis informasi dan bagaimana informasi tersebut disajikan dan diungkapkan dalam laporan keuangan. Suatu informasi dapat disajikan dalam badan laporan (Neraca, Laporan Laba/Rugi) atau berupa penjelasan (notes) yang menyertai laporan keuangan.
Keempat hal itulah yang diusahakan oleh negara barat untuk diharmonisasikan secara internasional. Mereka percaya bahwa harmonisasi standar akuntansi internasional akan meningkatkan daya banding laporan keuangan secara internasional, dapat menghemat biaya terutama bagi penyaji dan pemakai laporan keuangan, dan memperbaiki standar akuntansi nasional masing-masing negara (Turner 1983).
Sebagai respon atas kebutuhan harmonisasi standar akuntansi, berbagai upaya telah dilakukan oleh negara kapitalis. Salah satunya adalah dengan dengan mendirikan International Accounting Standard Committee (IASC) pada tahun 1973, yang sekarang berubah nama menjadi International Accounting Standard Board (IASB). Jumlah keanggotaan IASC sampai sekarang meliputi lebih dari 150 organisasi profesi akuntansi yang berasal dari negara maju dan berkembang, termasuk Indonesia. Tujuan utama badan ini adalah memformulasikan standar akuntansi yang dapat diterapkan secara internasional. Sampai sekarang IASB telah mengeluarkan lebih dari 50 standar akuntansi. Meskipun IASB berhak untuk menetapkan dan mengeluarkan standar akuntansi, badan tersebut tidak memiliki kekuatan hukum untuk memaksakan penerapan standar akuntansi yang dihasilkan.
STANDAR AKUNTANSI ANGLO-SAXON DAN NILAI-NILAI ISLAM
Meskipun IASB tidak memiliki power untuk mewajibkan semua negara menyusun laporan keuangan berdasarkan International Financial Reporting Standards, sampai saat ini badan tersebut dapat dikatakan sangat berpengaruh dalam proses harmonisasi. Hal ini tidak mengherankan karena negara-negara kapitalis terutama Amerika memainkan peranan penting dalam menghasilkan standar tersebut. Dengan kata lain, harmonisasi standar akuntansi internasional merupakan harmonisasi yang didasarkan pada model akuntansi Anglo-Saxon, tanpa memperhatikan dan mempertimbangkan sistem akuntansi, lingkungan ekonomi, sosial dan budaya negara lain (Hoarau 1995). Lebih lanjut Hoarau mengatakan bahwa standar yang dihasilkan sangat didominasi oleh konsep akuntansi yang dipraktikkan di USA. Dengan kata lain yang sekarang adalah upaya hegemoni Amerika dalam penyusunan laporan keuangan melalui standar akuntansi internasional.
Meskipun standar akuntansi yang dihasilkan IASB membahas pedoman yang kurang mendetail dan ruang lingkupnya terbatas bila dibandingkan dengan standar akuntansi versi USA (Statement of Financial Accounting Standards), IFRS tetap didasarkan pada konsep dan pendekatan akuntansi yang sama. Sebagai akibatnya, IFRS kemungkinan banyak bertentangan dengan tujuan pelaporan keuangan dan lingkungan social, ekonomi, dan budaya negara lain, terutama yang memiliki karakteristik yang berbeda dengan negara kapitalis. Lebih khusus lagi, standar yang dihasilkan banyak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Hal ini disebabkan konsep ekonomi kapitalis yang mendasari penyusunan standar akuntansi negara barat jauh berbeda dengan konsep ekonomi Islam.
Standar akuntansi yang dihasilkan model akuntansi Anglo-Saxon menganut paham yang mengakui adanya nilai waktu dari uang, yang menghasilkan konsep bunga. Sementara itu, Islam secara tegas menolak digunakannya nilai waktu dari uang dalam menjalankan kegiatan ekonomi. Hal ini disebabkan konsep tersebut sama artinya dengan riba, dan riba jelas dilarang dalam Islam. Riba dilarang dalam ajaran Islam karena riba menunjukkan ketidakadilan. Capra (1994) menyebutkan bahwa ketidakadilan tersebut muncul karena distribusi keuntungan yang didasarkan pada jumlah yang tetap, dapat merusak mekanisme harga dan menyebabkan alokasi sumber ekonomi yang mengarah pada penumpukan modal yang terpusat pada sekelompok orang tertentu.
Larangan terhadap riba memiliki implikasi tersendiri bagi harmonisasi standar akuntansi internasional. Sejauh ini standar akuntansi yang diterima secara internasional selalu mempertimbangkan faktor bunga, yang jelas dilarang dalam Islam (Hamid et al. 1993). Contoh standar akuntansi yang dihasilkan IASB (IASC) adalah akuntansi untuk sewa guna usaha/lease (IAS 17), Akuntansi Dana Pensiun (IAS 19 dan IAS 26), dan Akuntansi Kapitalisasi Cost Pinjaman (IAS 23). Standar tersebut pada dasarnya sama dengan standar akuntansi yang dikeluarkan Amerika melalui Financial Accounting Standar Board (FASB), seperti standar akuntansi Dana Pensiun (SFAS 87 dan 88), Amortisasi Hutang Jangka Panjang (Accounting Principles Board-APB 12), Bunga atas Piutang dan Hutang (APB 21), Leasing (SFAS 12), Resturkturisasi Hutang (SFAS 15), Pelaporan Hutang Pensiun (SFAS 88) dan pelunasan Hutang (APB 26).
Masalah lain yang perlu diperhatikan adalah isu yang berkaitan dengan penilaian aktiva. Dalam akuntansi Anglo-Saxon, penilaian suatu aktiva terutama persediaan dan surat berharga umumnya dilandasi konsep konservatisme. Konsep ini mengakui rugi atau penurunan aktiva meskipun rugi atau penurunan tersebut belum terealisasi. Sebaliknya, konsep tersebut menunda pengakuan pendapatan atau kenaikan nilai aktiva sampai pendapatan atau kenaikan nilai aktiva tersebut betul-betul sudah terealisasi. Konsekuensi dari konsep ini adalah digunakannya metode penilaian persediaan dan surat berharga jangka pendek berdasarkan pada nilai terendah antara cost dan harga pasar (lower cost or market). Sementara itu, untuk tujuan perhitungan zakat-yang merupakan salah satu tujuan pelaporan berbasis ajaran Islam-ajaran Islam menilai kedua jenis aktiva tersebut berdasarkan pada nilai bersih yang dapat direalisasi atau net realizable value (Gambling dan Karim 1991). Dengan demikian jelas bahwa Islam tidak mengakui adanya konsep nilai terendah di antara cost dan harga pasar, seperti yang digunakan dalam akuntansi kapitalis.
Masalah yang ketiga adalah aplikasi dari konsep kesinambungan (going concern). Pemakaian konsep ini memungkinakn digunakannya penilaian aktiva berdasarkan cost historis untuk menunjukkan obyektifitas pengukurannya. Atas dasar cost historis ini, nilai aktiva pada tanggal tertentu (tanggal neraca) akan sama dengan nilai aktiva pada tanggal pertama kali aktiva tersebut diperoleh. Alasan utama diterapkannya konsep going concern tersebut adalah: (1) untuk memungkinkan dilakukannya klasifikasi aktiva dan hutang menjadi kelompok lancar dan tidak lancar, (2) memungkinkan dilakukannya penandingan (matching) antara pendapatan dengan biaya.
Dari sudut pandang ajaran Islam, kedua alasan tersebut dapat dipertanyakan dan tidak relevan (Gambling dan Karim 1991). Dalam ajaran Islam, klasifikasi aktiva kedalam lancar dan tidak lancar pada dasarnya dimaksudkan untuk menentukan besarnya kekayaan yang akan digunakan dalam penentuan besarnya zakat. Aktiva lancar tersebut diharapkan dapat dikonsumsi, atau dijual untuk menghasilkan kas dalam periode waktu dimana zakat akan dikenakan atas kekayaan tersebut. Sementara aktiva tidak lancar, akan tetap ditahan atau disimpan pada periode di luar periode zakat tersebut (Abdel-Magid 1981). Atas dasar hal ini, laporan keuangan harus mampu menyajikan informasi mengenai aktiva, yang nantinya dapat digunakan sebagai dasar pengenaan zakat. Dengan demikian penilaian zakat akan menentukan metode penilaian aktiva. Metode yang tepat untuk menilai aktiva yang relevan dengan tujuan perhitungan zakat adalah net realizable value atau metode penilaian yang disarankan oleh Chambers (1966) yaitu continuously contemporary accounting (CoCoA).
Atas dasar metode CoCoA aktiva harus dinilai menurut nilai pasar pada tanggal neraca. Jadi setiap aktiva harus dapat dinilai secara individu, terpisah dari kekayaan perusahaan secara keseluruhan. Akibatnya, dalam konteks Islam tidak ada pengakuan aktiva seperti goodwill, karena goodwill tidak dapat dilihat bentuk wujudnya dan tidak dapat dinilai secara individu terpisah dari nilai perusahaan secara keseluruhan.
Hal lain yang bertentangan dengan ajaran Islam adalah penggunaan konsep economic substance over legal form. Model akuntansi Anglo-Saxon jelas memisahkan substansi ekonomi suatu transaksi dengan status hukum dari transaksi tersebut. Atas dasar konsep ini, jika suatu transaksi ditinjau dari substansi ekonominya memiliki kriteria sebagai elemen laporan keuangan (karena memenuhi definisi, dapat diukur, dan diakui dalam laporan keuangan), maka transaksi tersebut dapat diakui dalam laporan keuangan meskipun secara yuridis tidak boleh diakui. Contoh klasik adalah mesin yang disewa oleh perusahaan melalui kontrak capital lease. Apabila secara substansi ekonomi memenuhi kriteria sebagai aktiva (seperti diatur dalam standar), maka mesin yang disewa tersebut dapat diakui sebagai harta kekayaan si penyewa dan dilaporkan dalam neraca sebagai harta milik penyewa. Namun demikian, dari aspek yuridis mesin tersebut tetap menjadi harta pemilik bukan penyewa. Konsep ini, jelas bertentangan dengan konsep pemilikan dalam ajaran Islam (Karim 1995).
Atas dasar perbedaan sudut pandang di atas, maka cukup rasional untuk mengatakan bahwa akuntansi seharusnya dikembangkan sesuai dengan kondisi lingkungan dimana akuntansi tersebut akan dipraktikkan. Praktik akuntansi kapitalis, jelas tidak semuanya dapat dipraktikkan di lingkungan yang bernafaskan Islam karena konsepnya jelas berbeda dan banyak yang bertentangan.
sumber : Undip
Secara garis besar ada empat hal pokok yang diatur dalam standar akuntansi. Yang pertama berkaitan dengan definisi elemen laporan keuangan atau informasi lain yang berkaitan. Definisi digunakan dalam standar akuntansi untuk menentukan apakah transaksi tertentu harus dicatat dan dikelompokkan ke dalam aktiva, hutang, modal, pendapatan dan biaya. Yang kedua adalah pengukuran dan penilaian. Pedoman ini digunakan untuk menentukan nilai dari suatu elemen laporan keuangan baik pada saat terjadinya transaksi keuangan maupun pada saat penyajian laporan keuangan (pada tanggal neraca). Hal ketiga yang dimuat dalam standar adalah pengakuan, yaitu kriteria yang digunakan untuk mengakui elemen laporan keuangan sehingga elemen tersebut dapat disajikan dalam laporan keuangan. Yang terakhir adalah penyajian dan pengungkapan laporan keuangan. Komponen keempat ini digunakan untuk menentukan jenis informasi dan bagaimana informasi tersebut disajikan dan diungkapkan dalam laporan keuangan. Suatu informasi dapat disajikan dalam badan laporan (Neraca, Laporan Laba/Rugi) atau berupa penjelasan (notes) yang menyertai laporan keuangan.
Keempat hal itulah yang diusahakan oleh negara barat untuk diharmonisasikan secara internasional. Mereka percaya bahwa harmonisasi standar akuntansi internasional akan meningkatkan daya banding laporan keuangan secara internasional, dapat menghemat biaya terutama bagi penyaji dan pemakai laporan keuangan, dan memperbaiki standar akuntansi nasional masing-masing negara (Turner 1983).
Sebagai respon atas kebutuhan harmonisasi standar akuntansi, berbagai upaya telah dilakukan oleh negara kapitalis. Salah satunya adalah dengan dengan mendirikan International Accounting Standard Committee (IASC) pada tahun 1973, yang sekarang berubah nama menjadi International Accounting Standard Board (IASB). Jumlah keanggotaan IASC sampai sekarang meliputi lebih dari 150 organisasi profesi akuntansi yang berasal dari negara maju dan berkembang, termasuk Indonesia. Tujuan utama badan ini adalah memformulasikan standar akuntansi yang dapat diterapkan secara internasional. Sampai sekarang IASB telah mengeluarkan lebih dari 50 standar akuntansi. Meskipun IASB berhak untuk menetapkan dan mengeluarkan standar akuntansi, badan tersebut tidak memiliki kekuatan hukum untuk memaksakan penerapan standar akuntansi yang dihasilkan.
STANDAR AKUNTANSI ANGLO-SAXON DAN NILAI-NILAI ISLAM
Meskipun IASB tidak memiliki power untuk mewajibkan semua negara menyusun laporan keuangan berdasarkan International Financial Reporting Standards, sampai saat ini badan tersebut dapat dikatakan sangat berpengaruh dalam proses harmonisasi. Hal ini tidak mengherankan karena negara-negara kapitalis terutama Amerika memainkan peranan penting dalam menghasilkan standar tersebut. Dengan kata lain, harmonisasi standar akuntansi internasional merupakan harmonisasi yang didasarkan pada model akuntansi Anglo-Saxon, tanpa memperhatikan dan mempertimbangkan sistem akuntansi, lingkungan ekonomi, sosial dan budaya negara lain (Hoarau 1995). Lebih lanjut Hoarau mengatakan bahwa standar yang dihasilkan sangat didominasi oleh konsep akuntansi yang dipraktikkan di USA. Dengan kata lain yang sekarang adalah upaya hegemoni Amerika dalam penyusunan laporan keuangan melalui standar akuntansi internasional.
Meskipun standar akuntansi yang dihasilkan IASB membahas pedoman yang kurang mendetail dan ruang lingkupnya terbatas bila dibandingkan dengan standar akuntansi versi USA (Statement of Financial Accounting Standards), IFRS tetap didasarkan pada konsep dan pendekatan akuntansi yang sama. Sebagai akibatnya, IFRS kemungkinan banyak bertentangan dengan tujuan pelaporan keuangan dan lingkungan social, ekonomi, dan budaya negara lain, terutama yang memiliki karakteristik yang berbeda dengan negara kapitalis. Lebih khusus lagi, standar yang dihasilkan banyak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Hal ini disebabkan konsep ekonomi kapitalis yang mendasari penyusunan standar akuntansi negara barat jauh berbeda dengan konsep ekonomi Islam.
Standar akuntansi yang dihasilkan model akuntansi Anglo-Saxon menganut paham yang mengakui adanya nilai waktu dari uang, yang menghasilkan konsep bunga. Sementara itu, Islam secara tegas menolak digunakannya nilai waktu dari uang dalam menjalankan kegiatan ekonomi. Hal ini disebabkan konsep tersebut sama artinya dengan riba, dan riba jelas dilarang dalam Islam. Riba dilarang dalam ajaran Islam karena riba menunjukkan ketidakadilan. Capra (1994) menyebutkan bahwa ketidakadilan tersebut muncul karena distribusi keuntungan yang didasarkan pada jumlah yang tetap, dapat merusak mekanisme harga dan menyebabkan alokasi sumber ekonomi yang mengarah pada penumpukan modal yang terpusat pada sekelompok orang tertentu.
Larangan terhadap riba memiliki implikasi tersendiri bagi harmonisasi standar akuntansi internasional. Sejauh ini standar akuntansi yang diterima secara internasional selalu mempertimbangkan faktor bunga, yang jelas dilarang dalam Islam (Hamid et al. 1993). Contoh standar akuntansi yang dihasilkan IASB (IASC) adalah akuntansi untuk sewa guna usaha/lease (IAS 17), Akuntansi Dana Pensiun (IAS 19 dan IAS 26), dan Akuntansi Kapitalisasi Cost Pinjaman (IAS 23). Standar tersebut pada dasarnya sama dengan standar akuntansi yang dikeluarkan Amerika melalui Financial Accounting Standar Board (FASB), seperti standar akuntansi Dana Pensiun (SFAS 87 dan 88), Amortisasi Hutang Jangka Panjang (Accounting Principles Board-APB 12), Bunga atas Piutang dan Hutang (APB 21), Leasing (SFAS 12), Resturkturisasi Hutang (SFAS 15), Pelaporan Hutang Pensiun (SFAS 88) dan pelunasan Hutang (APB 26).
Masalah lain yang perlu diperhatikan adalah isu yang berkaitan dengan penilaian aktiva. Dalam akuntansi Anglo-Saxon, penilaian suatu aktiva terutama persediaan dan surat berharga umumnya dilandasi konsep konservatisme. Konsep ini mengakui rugi atau penurunan aktiva meskipun rugi atau penurunan tersebut belum terealisasi. Sebaliknya, konsep tersebut menunda pengakuan pendapatan atau kenaikan nilai aktiva sampai pendapatan atau kenaikan nilai aktiva tersebut betul-betul sudah terealisasi. Konsekuensi dari konsep ini adalah digunakannya metode penilaian persediaan dan surat berharga jangka pendek berdasarkan pada nilai terendah antara cost dan harga pasar (lower cost or market). Sementara itu, untuk tujuan perhitungan zakat-yang merupakan salah satu tujuan pelaporan berbasis ajaran Islam-ajaran Islam menilai kedua jenis aktiva tersebut berdasarkan pada nilai bersih yang dapat direalisasi atau net realizable value (Gambling dan Karim 1991). Dengan demikian jelas bahwa Islam tidak mengakui adanya konsep nilai terendah di antara cost dan harga pasar, seperti yang digunakan dalam akuntansi kapitalis.
Masalah yang ketiga adalah aplikasi dari konsep kesinambungan (going concern). Pemakaian konsep ini memungkinakn digunakannya penilaian aktiva berdasarkan cost historis untuk menunjukkan obyektifitas pengukurannya. Atas dasar cost historis ini, nilai aktiva pada tanggal tertentu (tanggal neraca) akan sama dengan nilai aktiva pada tanggal pertama kali aktiva tersebut diperoleh. Alasan utama diterapkannya konsep going concern tersebut adalah: (1) untuk memungkinkan dilakukannya klasifikasi aktiva dan hutang menjadi kelompok lancar dan tidak lancar, (2) memungkinkan dilakukannya penandingan (matching) antara pendapatan dengan biaya.
Dari sudut pandang ajaran Islam, kedua alasan tersebut dapat dipertanyakan dan tidak relevan (Gambling dan Karim 1991). Dalam ajaran Islam, klasifikasi aktiva kedalam lancar dan tidak lancar pada dasarnya dimaksudkan untuk menentukan besarnya kekayaan yang akan digunakan dalam penentuan besarnya zakat. Aktiva lancar tersebut diharapkan dapat dikonsumsi, atau dijual untuk menghasilkan kas dalam periode waktu dimana zakat akan dikenakan atas kekayaan tersebut. Sementara aktiva tidak lancar, akan tetap ditahan atau disimpan pada periode di luar periode zakat tersebut (Abdel-Magid 1981). Atas dasar hal ini, laporan keuangan harus mampu menyajikan informasi mengenai aktiva, yang nantinya dapat digunakan sebagai dasar pengenaan zakat. Dengan demikian penilaian zakat akan menentukan metode penilaian aktiva. Metode yang tepat untuk menilai aktiva yang relevan dengan tujuan perhitungan zakat adalah net realizable value atau metode penilaian yang disarankan oleh Chambers (1966) yaitu continuously contemporary accounting (CoCoA).
Atas dasar metode CoCoA aktiva harus dinilai menurut nilai pasar pada tanggal neraca. Jadi setiap aktiva harus dapat dinilai secara individu, terpisah dari kekayaan perusahaan secara keseluruhan. Akibatnya, dalam konteks Islam tidak ada pengakuan aktiva seperti goodwill, karena goodwill tidak dapat dilihat bentuk wujudnya dan tidak dapat dinilai secara individu terpisah dari nilai perusahaan secara keseluruhan.
Hal lain yang bertentangan dengan ajaran Islam adalah penggunaan konsep economic substance over legal form. Model akuntansi Anglo-Saxon jelas memisahkan substansi ekonomi suatu transaksi dengan status hukum dari transaksi tersebut. Atas dasar konsep ini, jika suatu transaksi ditinjau dari substansi ekonominya memiliki kriteria sebagai elemen laporan keuangan (karena memenuhi definisi, dapat diukur, dan diakui dalam laporan keuangan), maka transaksi tersebut dapat diakui dalam laporan keuangan meskipun secara yuridis tidak boleh diakui. Contoh klasik adalah mesin yang disewa oleh perusahaan melalui kontrak capital lease. Apabila secara substansi ekonomi memenuhi kriteria sebagai aktiva (seperti diatur dalam standar), maka mesin yang disewa tersebut dapat diakui sebagai harta kekayaan si penyewa dan dilaporkan dalam neraca sebagai harta milik penyewa. Namun demikian, dari aspek yuridis mesin tersebut tetap menjadi harta pemilik bukan penyewa. Konsep ini, jelas bertentangan dengan konsep pemilikan dalam ajaran Islam (Karim 1995).
Atas dasar perbedaan sudut pandang di atas, maka cukup rasional untuk mengatakan bahwa akuntansi seharusnya dikembangkan sesuai dengan kondisi lingkungan dimana akuntansi tersebut akan dipraktikkan. Praktik akuntansi kapitalis, jelas tidak semuanya dapat dipraktikkan di lingkungan yang bernafaskan Islam karena konsepnya jelas berbeda dan banyak yang bertentangan.
sumber : Undip
Minggu, 03 April 2011
Akuntansi Modern
Jantung akuntansi keuangan modern ada pada [[sistem pembukuan berpasangan]]. Sistem ini melibatkan pembuatan paling tidak dua masukan untuk setiap transaksi: satu [[debit]] pada suatu [[akun]], dan satu [[kredit]] terkait pada akun lain. Jumlah keseluruhan debit harus selalu sama dengan jumlah keseluruhan kredit. Cara ini akan memudahkan pemeriksaan jika terjadi kesalahan. Cara ini diketahui pertama kali digunakan pada abad pertengahan di [[Eropa]], walaupun ada pula yang berpendapat bahwa cara ini sudah digunakan sejak zaman [[Yunani]] kuno.
Kritik mengatakan bahwa standar praktik akuntansi tidak banyak berubah sejak dulu. Reformasi akuntansi dalam berbagai bentuk selalu terjadi pada tiap generasi untuk mempertahankan relevansi pembukuan dengan aset kapital atau kapasitas produksi. Walaupun demikian, hal ini tidak mengubah prinsip-prinsip dasar akuntansi, yang memang diharapkan tidak bergantung pada pengaruh [[ekonomi]] seperti itu.
Kritik mengatakan bahwa standar praktik akuntansi tidak banyak berubah sejak dulu. Reformasi akuntansi dalam berbagai bentuk selalu terjadi pada tiap generasi untuk mempertahankan relevansi pembukuan dengan aset kapital atau kapasitas produksi. Walaupun demikian, hal ini tidak mengubah prinsip-prinsip dasar akuntansi, yang memang diharapkan tidak bergantung pada pengaruh [[ekonomi]] seperti itu.
Perubahan SAK di Indonesia (2)
Salah satu bentuk revisi standar IAI yang berbentuk adopsi standar international menuju konvergensi dengan IFRS tersebut dilakukan dengan revisi terakhir yang dilakukan pada tahun 2007. Revisi pada tahun 2007 tersebut merupakan bagian dari rencana jangka panjang IAI yaitu menuju konvergensi dengan IFRS sepenuhnya pada tahun 2012.
Skema menuju konvergensi penuh dengan IFRS pada tahun 2012 dapat dijabarkan sebagai berikut:
* Pada akhir 2010 diharapkan seluruh IFRS sudah diadopsi dalam PSAK;
* Tahun 2011 merupakan tahun penyiapan seluruh infrastruktur pendukung untuk implementasi PSAK yang sudah mengadopsi seluruh IFRS;
* Tahun 2012 merupakan tahun implementasi dimana PSAK yang berbasis IFRS wajib diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang memiliki akuntabilitas publik.
Revisi tahun 2007 yang merupakan bagian dari rencana jangka panjang IAI tersebut menghasilkan revisi 5 PSAK yang merupakan revisi yang ditujukan untuk konvergensi PSAK dan IFRS serta reformat beberapa PSAK lain dan penerbitan PSAK baru. PSAK baru yang diterbitkan oleh IAI tersebut merupakan PSAK yang mengatur mengenai transaksi keuangan dan pencatatannya secara syariah. PSAK yang direvisi dan ditujukan dalam rangka tujuan konvergensi PSAK terhadap IFRS adalah:
1. PSAK 16 tentang Properti Investasi
2. PSAK 16 tentang Aset Tetap
3. PSAK 30 tentang Sewa
4. PSAK 50 tentang Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan
5. PSAK 55 tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran
PSAK-PSAK hasil revisi tahun 2007 tersebut dikumpulkan dalam buku yang disebut dengan Standar Akuntansi Keuangan per 1 September 2007 dan mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari 2008.
(dari berbagai sumber)
Skema menuju konvergensi penuh dengan IFRS pada tahun 2012 dapat dijabarkan sebagai berikut:
* Pada akhir 2010 diharapkan seluruh IFRS sudah diadopsi dalam PSAK;
* Tahun 2011 merupakan tahun penyiapan seluruh infrastruktur pendukung untuk implementasi PSAK yang sudah mengadopsi seluruh IFRS;
* Tahun 2012 merupakan tahun implementasi dimana PSAK yang berbasis IFRS wajib diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang memiliki akuntabilitas publik.
Revisi tahun 2007 yang merupakan bagian dari rencana jangka panjang IAI tersebut menghasilkan revisi 5 PSAK yang merupakan revisi yang ditujukan untuk konvergensi PSAK dan IFRS serta reformat beberapa PSAK lain dan penerbitan PSAK baru. PSAK baru yang diterbitkan oleh IAI tersebut merupakan PSAK yang mengatur mengenai transaksi keuangan dan pencatatannya secara syariah. PSAK yang direvisi dan ditujukan dalam rangka tujuan konvergensi PSAK terhadap IFRS adalah:
1. PSAK 16 tentang Properti Investasi
2. PSAK 16 tentang Aset Tetap
3. PSAK 30 tentang Sewa
4. PSAK 50 tentang Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan
5. PSAK 55 tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran
PSAK-PSAK hasil revisi tahun 2007 tersebut dikumpulkan dalam buku yang disebut dengan Standar Akuntansi Keuangan per 1 September 2007 dan mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari 2008.
(dari berbagai sumber)
Perubahan SAK di Indonesia
Indonesia telah memiliki sendiri standar akuntansi yang berlaku di Indonesia. Prinsip atau standar akuntansi yang secara umum dipakai di Indonesia tersebut lebih dikenal dengan nama Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). PSAK disusun dan dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Ikatan Akuntan Indonesia adalah organisasi profesi akuntan yang ada di Indonesia.
IAI yang didirikan pada tahun 1957 selain mewadahi para akuntan juga memiliki peran yang lebih besar dalam dunia akuntansi di Indonesia. Peran tersebut seperti yang telah disebutkan sebelumnya adalah peran adalam rangka penyusunan standar akuntansi. Standar akuntansi yang di Indonesia dikenal dengan nama PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) tersebut merupakan seperangkat standar yang mengatur tentang pelaksanaan akuntansi di dunia bisnis di Indonesia.
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tersebut mengatur perlakuan akuntansi secara menyeluruh untuk berbagai aktivitas bisnis perusahaan di Indonesia. Standar-standar tersebut selain ditujukan untuk mengatur perlakuan akuntansi dari awal sampai ke tujuan akhirnya yaitu untuk pelaporan terhadap pengguna, standar-standar tersebut juga meliputi pedoman perlakuan akuntansi mulai dari perolehan, penggunaan, sampai dengan saat penghapusan untuk setiap elemen-elemen akuntansi. Standar-standar tersebut juga mengatur tentang pengakuan, pengukuran, penyajian dan pelaporan atas keuangan perusahaan.
IAI selaku penyusun standar akuntansi di Indonesia tidak tinggal diam dalam menghadapi perubahan-perubahan yang turut berimplikasi kepada dunia akuntansi. Beberapa kali revisi terhadap beberapa pernyataan telah dilakukan untuk menyesuaikan standar akuntansi yang dibuatnya. Revisi pertama dilakukan pada tahun 1973 dengan melakukan kodifikasi atas standar-standar akuntansi dalam bentuk Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI). Revisi berikutnya dilakukan pada tahun 1984 dengan hasilnya adalah revisi berupa Prinsip Akuntansi Indonesia 1984 (PAI 1984). Selanjutnya revisi dilakukan pada tahun 1994. Revisi pada tahun 1994 dilakukan secara total terhadap PAI 1984 dan hasilnya adalah Standar Akuntansi Keuangan (SAK) 1994.
Dari revisi tahun 1994 IAI juga telah memutuskan untuk melakukan harmonisasi standar PSAK kepada International Financial Reporting Standard (IFRS). Selanjutnya harmonisasi tersebut diubah menjadi adopsi dan terakhir adopsi tersebut ditujukan dalam bentuk konvergensi terhadap International Financial Reporting Standard. Program konvergensi terhadap IFRS tersebut dilakukan oleh IAI dengan melakukan adopsi penuh terhadap standar internasional (IFRS dan IAS).
IAI yang didirikan pada tahun 1957 selain mewadahi para akuntan juga memiliki peran yang lebih besar dalam dunia akuntansi di Indonesia. Peran tersebut seperti yang telah disebutkan sebelumnya adalah peran adalam rangka penyusunan standar akuntansi. Standar akuntansi yang di Indonesia dikenal dengan nama PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) tersebut merupakan seperangkat standar yang mengatur tentang pelaksanaan akuntansi di dunia bisnis di Indonesia.
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tersebut mengatur perlakuan akuntansi secara menyeluruh untuk berbagai aktivitas bisnis perusahaan di Indonesia. Standar-standar tersebut selain ditujukan untuk mengatur perlakuan akuntansi dari awal sampai ke tujuan akhirnya yaitu untuk pelaporan terhadap pengguna, standar-standar tersebut juga meliputi pedoman perlakuan akuntansi mulai dari perolehan, penggunaan, sampai dengan saat penghapusan untuk setiap elemen-elemen akuntansi. Standar-standar tersebut juga mengatur tentang pengakuan, pengukuran, penyajian dan pelaporan atas keuangan perusahaan.
IAI selaku penyusun standar akuntansi di Indonesia tidak tinggal diam dalam menghadapi perubahan-perubahan yang turut berimplikasi kepada dunia akuntansi. Beberapa kali revisi terhadap beberapa pernyataan telah dilakukan untuk menyesuaikan standar akuntansi yang dibuatnya. Revisi pertama dilakukan pada tahun 1973 dengan melakukan kodifikasi atas standar-standar akuntansi dalam bentuk Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI). Revisi berikutnya dilakukan pada tahun 1984 dengan hasilnya adalah revisi berupa Prinsip Akuntansi Indonesia 1984 (PAI 1984). Selanjutnya revisi dilakukan pada tahun 1994. Revisi pada tahun 1994 dilakukan secara total terhadap PAI 1984 dan hasilnya adalah Standar Akuntansi Keuangan (SAK) 1994.
Dari revisi tahun 1994 IAI juga telah memutuskan untuk melakukan harmonisasi standar PSAK kepada International Financial Reporting Standard (IFRS). Selanjutnya harmonisasi tersebut diubah menjadi adopsi dan terakhir adopsi tersebut ditujukan dalam bentuk konvergensi terhadap International Financial Reporting Standard. Program konvergensi terhadap IFRS tersebut dilakukan oleh IAI dengan melakukan adopsi penuh terhadap standar internasional (IFRS dan IAS).
Senin, 14 Maret 2011
Tujuan Akuntansi Internasional
Akuntansi internasional memperluas akuntansi yang bertujuan umum (general purpose yang berorientasi nasional, dalam arti luas untuk
- Analisa komparatif internasional
- Pengukuran dari isu-isu pelaporan akuntansinya yang unik bagi transaksi2 bisnis mulitnasional
- kebutuhan akuntansi bagi pasar-pasar keuangan internasional
- harmonisasi keragaman pelaporan keuangan melalui aktivitas-aktivitas politik, organisasi, profesi dan pembuatan standar
Internasionalisasi Profesi Akuntansi
Komunitas investasi internasional akan menginginkan kerjasama internasional antar akuntan-akuntan profesional dan bahwa organisasi – organisasi akuntansi internasionaal harus mampu memberikan keharmonisan profesional yang lebih baik diseluruh dunia.
Praktik Profesional Internasional
Praktik internasional dari akuntansi profesional terdapat dalam 3 tingkat, yang hampir pararel dengan struktur sektor sektor idustri dalam ekonomi atau pola organisasional umum dari sisttem penyediaan jasa profesional
Tingkatan paling terpadu adalah perusahaan-perusahaan ”Big Six” yaang berdomisili di Amerika-Inggris, yang memiliki nama tunggal diseluruh dunia. Walaupun terdapat sejumlah perbedaan operasional anara ke 6 perusahaan ini, mereka mirip satu sama lainnya. Ada profit sharing antar patner diseluruh dunia. Akuntansi teknis, auditing dan jasa konsultasi diharmonisasikan secara global melalui prosedur-prosedur yang rumit. Contoh : ernest & young,
Pada tingkatan kedua terdapat 8 hingga 10 perusahaan yang beroperasi global dengan satu nama tetapi dengan basis federasi atar perusahaan-perusahaan nasional yang dipilih. Fedrasi ini mengkombinasikan keuntungan dari nama internasional dan standar kerja profesional yang disetujui secara internasional dengan identitas perusahaan nasional dan usaha pengembangan bisnis di negara masing. Ex : gramnd thomton
Kerjasama di tingkat ketiga bersifat informal dan seringkali terbatas pada basis :Jika dibutuhkan” Terdapat pada kantor-kantor akuntan profesional regional dan pada kantor-kantor akuntan kecil serta praktisi-praktisi individual yamg bekerja sama dengan kantor CPA
Penelitian dang Pengembangan
Siapa yang seharusnya melakukan riset yang dibutuhkan. Dalam akuntansi ada 4 group
1. asosiasi 2 nasional
2. peneliti-peneliti akademeik
3. kantor-kantor akuntan profesional
4. perusahaan perusahaan bisnis
keempat group secara alam memfokuskan usaha penelitian mereka secara berbeda. Sejumlah besar riset yang dipublikasikan tersedia dalam bidang akuntansi internasional kebanyakan bersifat ddeskriptif dan komparatif.
- Analisa komparatif internasional
- Pengukuran dari isu-isu pelaporan akuntansinya yang unik bagi transaksi2 bisnis mulitnasional
- kebutuhan akuntansi bagi pasar-pasar keuangan internasional
- harmonisasi keragaman pelaporan keuangan melalui aktivitas-aktivitas politik, organisasi, profesi dan pembuatan standar
Internasionalisasi Profesi Akuntansi
Komunitas investasi internasional akan menginginkan kerjasama internasional antar akuntan-akuntan profesional dan bahwa organisasi – organisasi akuntansi internasionaal harus mampu memberikan keharmonisan profesional yang lebih baik diseluruh dunia.
Praktik Profesional Internasional
Praktik internasional dari akuntansi profesional terdapat dalam 3 tingkat, yang hampir pararel dengan struktur sektor sektor idustri dalam ekonomi atau pola organisasional umum dari sisttem penyediaan jasa profesional
Tingkatan paling terpadu adalah perusahaan-perusahaan ”Big Six” yaang berdomisili di Amerika-Inggris, yang memiliki nama tunggal diseluruh dunia. Walaupun terdapat sejumlah perbedaan operasional anara ke 6 perusahaan ini, mereka mirip satu sama lainnya. Ada profit sharing antar patner diseluruh dunia. Akuntansi teknis, auditing dan jasa konsultasi diharmonisasikan secara global melalui prosedur-prosedur yang rumit. Contoh : ernest & young,
Pada tingkatan kedua terdapat 8 hingga 10 perusahaan yang beroperasi global dengan satu nama tetapi dengan basis federasi atar perusahaan-perusahaan nasional yang dipilih. Fedrasi ini mengkombinasikan keuntungan dari nama internasional dan standar kerja profesional yang disetujui secara internasional dengan identitas perusahaan nasional dan usaha pengembangan bisnis di negara masing. Ex : gramnd thomton
Kerjasama di tingkat ketiga bersifat informal dan seringkali terbatas pada basis :Jika dibutuhkan” Terdapat pada kantor-kantor akuntan profesional regional dan pada kantor-kantor akuntan kecil serta praktisi-praktisi individual yamg bekerja sama dengan kantor CPA
Penelitian dang Pengembangan
Siapa yang seharusnya melakukan riset yang dibutuhkan. Dalam akuntansi ada 4 group
1. asosiasi 2 nasional
2. peneliti-peneliti akademeik
3. kantor-kantor akuntan profesional
4. perusahaan perusahaan bisnis
keempat group secara alam memfokuskan usaha penelitian mereka secara berbeda. Sejumlah besar riset yang dipublikasikan tersedia dalam bidang akuntansi internasional kebanyakan bersifat ddeskriptif dan komparatif.
Jumat, 04 Maret 2011
Akuntansi Komparatif
Konsep dari akuntansi komparatif atau akuntansi internasional mengarahkan akuntansi internasional kepada studi dan pemahaman atas perbedaan-perbedaan nasional di dalam skuntansi. Hal ini meliputi :
1. Kesadaran akan adanya keragaman internasional di dalam akuntansi perusahaan dan praktik-praktik pelaporan.
2. Pemahaman akan prinsip-prinsip dan praktik-praktik akuntansi dari masing-masing negara.
3. Kemampuan untuk menilai dampak dari beragamnya praktik-praktik akuntansi pada pelaporan keuangan.
Munculnya paradigma baru di dalam akuntansi internasional memperluas kerangka kerja dan pemikiran untuk memasukkan ide-ide baru dari akuntansi internasional. Sebagai akibatnya, terbit daftar yang sangat panjang akan konsep-konsep dan teori-teori akuntansi yang dibuat oleh Amenkhienan untuk memasukkan hal-hal sebagai berikut :
oleh Amenkhienan untuk memasukkan hal-hal sebagai berikut :
1. Teori universal atau dunia
2. Teori multinasional
3. Teori komparatif
4. Teori transaksi-transaksi internasional
5. Teori translasi
Masing-masing teori-teori di atas memberikan dasar bagi pengembangan dari sebuah kerangka kerja konseptual untuk akuntansi internasional. Meskipun akan terdapat argumentasi mengenai teori manakah yang akan lebih disukai.
Iqbal, Melcher dan Elmallah (1997 : 18) mendefinisikan akuntansi internasional sebagai akuntansi untuk transaksi antar negara, pembandingan prinsip-prinsip akuntansi di negara – negara yang berlainan dan harmonisasi standar akuntansi di seluruh dunia.
1. Kesadaran akan adanya keragaman internasional di dalam akuntansi perusahaan dan praktik-praktik pelaporan.
2. Pemahaman akan prinsip-prinsip dan praktik-praktik akuntansi dari masing-masing negara.
3. Kemampuan untuk menilai dampak dari beragamnya praktik-praktik akuntansi pada pelaporan keuangan.
Munculnya paradigma baru di dalam akuntansi internasional memperluas kerangka kerja dan pemikiran untuk memasukkan ide-ide baru dari akuntansi internasional. Sebagai akibatnya, terbit daftar yang sangat panjang akan konsep-konsep dan teori-teori akuntansi yang dibuat oleh Amenkhienan untuk memasukkan hal-hal sebagai berikut :
oleh Amenkhienan untuk memasukkan hal-hal sebagai berikut :
1. Teori universal atau dunia
2. Teori multinasional
3. Teori komparatif
4. Teori transaksi-transaksi internasional
5. Teori translasi
Masing-masing teori-teori di atas memberikan dasar bagi pengembangan dari sebuah kerangka kerja konseptual untuk akuntansi internasional. Meskipun akan terdapat argumentasi mengenai teori manakah yang akan lebih disukai.
Iqbal, Melcher dan Elmallah (1997 : 18) mendefinisikan akuntansi internasional sebagai akuntansi untuk transaksi antar negara, pembandingan prinsip-prinsip akuntansi di negara – negara yang berlainan dan harmonisasi standar akuntansi di seluruh dunia.
Artikel Akuntansi
AKUNTANSI SUMBER DANA
1. GIRO
DEFINISI
Simpanan dari pihak ketiga kepada bank yang penarikannya dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, surat perintah pembayaran lainnya atau dengan pemindahbukuan
TRANSAKSI GIRO
Dapat dilakukan dari peristiwa setoran nasabah baik tunai maupun kliring, setoran dari transfer, pemindahbukuan karena kliring atau transfer, penarikan tunai atau kliring penambahan karena jasa giro dan bunga dsb.
2. TABUNGAN
DEFINISI
Simpanan masyarakat yang penarikannya dapat dilakukan oleh si penabung sewaktu-waktu dikehendaki.
2.1. TABUNGAN KARTU SMART
DEFINISI
Tabungan yang mempunyai kartu dimana pada kartu tabungan tersebut diberikan suatu processor (chips) untuk menyimpan data transaksi nasabah.
MANFAAT
• Alat pembayaran di toko-toko (Point of Sale)
• Alat untuk memperoleh diskon
• Pengganti uang tunai
3. DEPOSITO
DEFINISI
Simpanan masyarakat yang penarikannya dapat dilakukan setelah jangka waktu yang telah disetujui berakhir.
4. TRAVELLER’S CHEQUES
DEFINISI
Warkat berharga atas nama yang diterbitkan oleh suatu bank yang pencairannya dapat dilakukan kapan saja, dimana saja, dan hanya oleh orang yang memiliki dan namanya tercantum diatas TC tersebut. TC merupakan sumber dana yang paling murah atau tidak berbunga.
5. REKENING TITIPAN – PAYMENT POINT
DEFINISI
Pembayaran dari masyarakat yang ditujukan untuk keuntungan pihak tertentu seperti, rekening listrik PLN, rekening telepon dari Telkom, uang sekolah suatu Universitas, pajak televisi dsb.
5. REKENING TITIPAN – PAYMENT POINT
DEFINISI
Pembayaran dari masyarakat yang ditujukan untuk keuntungan pihak tertentu seperti, rekening listrik PLN, rekening telepon dari Telkom, uang sekolah suatu Universitas, pajak televisi dsb.
1. GIRO
DEFINISI
Simpanan dari pihak ketiga kepada bank yang penarikannya dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, surat perintah pembayaran lainnya atau dengan pemindahbukuan
TRANSAKSI GIRO
Dapat dilakukan dari peristiwa setoran nasabah baik tunai maupun kliring, setoran dari transfer, pemindahbukuan karena kliring atau transfer, penarikan tunai atau kliring penambahan karena jasa giro dan bunga dsb.
2. TABUNGAN
DEFINISI
Simpanan masyarakat yang penarikannya dapat dilakukan oleh si penabung sewaktu-waktu dikehendaki.
2.1. TABUNGAN KARTU SMART
DEFINISI
Tabungan yang mempunyai kartu dimana pada kartu tabungan tersebut diberikan suatu processor (chips) untuk menyimpan data transaksi nasabah.
MANFAAT
• Alat pembayaran di toko-toko (Point of Sale)
• Alat untuk memperoleh diskon
• Pengganti uang tunai
3. DEPOSITO
DEFINISI
Simpanan masyarakat yang penarikannya dapat dilakukan setelah jangka waktu yang telah disetujui berakhir.
4. TRAVELLER’S CHEQUES
DEFINISI
Warkat berharga atas nama yang diterbitkan oleh suatu bank yang pencairannya dapat dilakukan kapan saja, dimana saja, dan hanya oleh orang yang memiliki dan namanya tercantum diatas TC tersebut. TC merupakan sumber dana yang paling murah atau tidak berbunga.
5. REKENING TITIPAN – PAYMENT POINT
DEFINISI
Pembayaran dari masyarakat yang ditujukan untuk keuntungan pihak tertentu seperti, rekening listrik PLN, rekening telepon dari Telkom, uang sekolah suatu Universitas, pajak televisi dsb.
5. REKENING TITIPAN – PAYMENT POINT
DEFINISI
Pembayaran dari masyarakat yang ditujukan untuk keuntungan pihak tertentu seperti, rekening listrik PLN, rekening telepon dari Telkom, uang sekolah suatu Universitas, pajak televisi dsb.
Senin, 07 Juni 2010
Pasar Bebas Berlaku, Mobil Murah Cina Bakal Banjiri Indonesia
Ternyata bukan hanya usaha kecil (UKM) yang was was dengan diberlakukannya perdagangan bebas ASEAN-CINA (ACFTA) melainkan para Agen tunggal pemegang merek (ATPM) yang notabenenya merupakan kepanjangan tangan dari prinsipal mobil kelas dunia di tanah air ikut kuatir dengan serbuan mobil murah dari Cina pasca ACFTA berlaku.
Salah satu mobil murah dari Cina, akankah membanjiri pasar Indonesia
Salah satu mobil murah dari Cina, akankah membanjiri pasar Indonesia
“Belum mengkhawatirkan tapi harus diwaspadai,” ujar Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto, di Jakarta, Rabu (7/4), menanggapi kemungkinan masuknya impor mobil dari Tiongkok secara utuh (CBU) dengan bea masuk 0%.
Ia mengatakan, kendati TAM merupakan pemimpin pasar otomotif di Indonesia dan memiliki jaringan yang kuat di Indonesia, pihaknya tidak menganggap enteng kemungkinan kehadiran mobil impor dari Tiongkok. TAM mewaspadai masuknya merek mobil dari Tiongkok maupun merek yang sudah mengglobal dan memiliki basis produksi di negara itu, seperti VolkWagen (VW).
“Kami tetap mewaspadai gerakan-gerakan itu (impor mobil dari Tiongkok) yang bisa saja dilakukan oleh importir umum (IU) maupun importir resmi dari prinsipal (pemegang merek),” ujarnya seperti dikutipAntara.
Namun ia optimistis bahwa dalam jangka pendek mobil impor dari China belum menjadi ancaman bagi berbagai merek mobil yang telah diproduksi di dalam negeri maupun yang telah beredar selama ini. Sebab, menurut dia, sebelum masuk ke pasar domestik, pemegang merek mobil tersebut harus menyiapkan infrastruktur berupa layanan purna jual yang kuat.
“Kalaupun ada (mobil impor dari China) saat ini pasti pertumbuhan penjualannya lebih lambat, karena mobil bukan sekadar barang konsumsi. Orang membeli mobil pasti mempertimbangkan layanan purna jual, jaringan penjualan, dan lain-lain. Hal itu butuh waktu lama,” ujar Joko. (Sumber: Investor Daily)
Bisa dibayangkan bila bea masuk 0 Persen Untuk mobil Cina, bakal murah sekali harga jualnya ditanah air kita. Ada yang sudah menantikan mau beli?
Salah satu mobil murah dari Cina, akankah membanjiri pasar Indonesia
Salah satu mobil murah dari Cina, akankah membanjiri pasar Indonesia
“Belum mengkhawatirkan tapi harus diwaspadai,” ujar Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto, di Jakarta, Rabu (7/4), menanggapi kemungkinan masuknya impor mobil dari Tiongkok secara utuh (CBU) dengan bea masuk 0%.
Ia mengatakan, kendati TAM merupakan pemimpin pasar otomotif di Indonesia dan memiliki jaringan yang kuat di Indonesia, pihaknya tidak menganggap enteng kemungkinan kehadiran mobil impor dari Tiongkok. TAM mewaspadai masuknya merek mobil dari Tiongkok maupun merek yang sudah mengglobal dan memiliki basis produksi di negara itu, seperti VolkWagen (VW).
“Kami tetap mewaspadai gerakan-gerakan itu (impor mobil dari Tiongkok) yang bisa saja dilakukan oleh importir umum (IU) maupun importir resmi dari prinsipal (pemegang merek),” ujarnya seperti dikutipAntara.
Namun ia optimistis bahwa dalam jangka pendek mobil impor dari China belum menjadi ancaman bagi berbagai merek mobil yang telah diproduksi di dalam negeri maupun yang telah beredar selama ini. Sebab, menurut dia, sebelum masuk ke pasar domestik, pemegang merek mobil tersebut harus menyiapkan infrastruktur berupa layanan purna jual yang kuat.
“Kalaupun ada (mobil impor dari China) saat ini pasti pertumbuhan penjualannya lebih lambat, karena mobil bukan sekadar barang konsumsi. Orang membeli mobil pasti mempertimbangkan layanan purna jual, jaringan penjualan, dan lain-lain. Hal itu butuh waktu lama,” ujar Joko. (Sumber: Investor Daily)
Bisa dibayangkan bila bea masuk 0 Persen Untuk mobil Cina, bakal murah sekali harga jualnya ditanah air kita. Ada yang sudah menantikan mau beli?
Jamu Merk China Digemari Warga Semarang
Metro Siang / Ekonomi / Sabtu, 9 Januari 2010 12:43 WIB
Metrotvnews.com, Semarang: Serbuan jamu merek China ke Indonesia membuat sejumlah pedagang jamu di Semarang, Jawa Tengah, senang. Sebab, permintaan konsumen akan jamu tersebut lebih tinggi dibanding jamu lokal. Selain harganya terjangkau, jamu tersebut diyakini ampuh menyembuhkan penyakit yang diderita konsumen.
Kebijakan pemerintah Indonesia untuk membuka perdagangan secara bebas dengan China berdampak membanjirnya produk-produk berlabel China, termasuk jamu di pasaran. Di kawasan Dadapsari, Semarang, konsumen lebih memilih jamu atau obat tradisional berlabel produksi China. Selain harganya terjangkau, konsumen mengakui jamu produk China lebih berkhasiat dibanding jamu produk lokal.
Para pedagang jamu di kawasan ini mengaku sampai kehabisan stok, menyusul banyaknya permintaan dari konsumen. Habisnya stok jamu dirasakan pedagang sejak diberlakukan perdagangan bebas untuk produk China oleh pemerintah, 1 Januari lalu. Permintaan jamu dan obat produk China mengalami peningkatan penjualan sejak akhir bulan Desember hingga awal Januari ini.(*)
Metrotvnews.com, Semarang: Serbuan jamu merek China ke Indonesia membuat sejumlah pedagang jamu di Semarang, Jawa Tengah, senang. Sebab, permintaan konsumen akan jamu tersebut lebih tinggi dibanding jamu lokal. Selain harganya terjangkau, jamu tersebut diyakini ampuh menyembuhkan penyakit yang diderita konsumen.
Kebijakan pemerintah Indonesia untuk membuka perdagangan secara bebas dengan China berdampak membanjirnya produk-produk berlabel China, termasuk jamu di pasaran. Di kawasan Dadapsari, Semarang, konsumen lebih memilih jamu atau obat tradisional berlabel produksi China. Selain harganya terjangkau, konsumen mengakui jamu produk China lebih berkhasiat dibanding jamu produk lokal.
Para pedagang jamu di kawasan ini mengaku sampai kehabisan stok, menyusul banyaknya permintaan dari konsumen. Habisnya stok jamu dirasakan pedagang sejak diberlakukan perdagangan bebas untuk produk China oleh pemerintah, 1 Januari lalu. Permintaan jamu dan obat produk China mengalami peningkatan penjualan sejak akhir bulan Desember hingga awal Januari ini.(*)
Nasib Telepon Umum koin
Warga menelepon di gerai telepon umum Telkom di Terminal Blok M, Jakarta Selatan. Telepon umum semakin ditinggalkan karena penggunaan ponsel berbasis GSM dan CDMA semakin merakyat.
Hari gini masih pake telepon umum? Kayaknya aneh ya." Kata-kata mirip iklan sebuah produk telepon seluler atau yang kerap disebut HP itu berhasil menyihir ribuan warga Indonesia untuk memiliki HP. Lagi pula, harganya murah dan terjangkau. Lalu bagaimana nasib telepon umum atau biasa disebut telepon koin saat ini?
Fasilitas umum yang sekitar 10 tahun lalu pernah membuat orang harus antre menggunakan jasanya, kini nyaris kosong melompong, walau di beberapa tempat masih ada yang menggunakannya, terutama masyarakat kecil dan mereka yang kebetulan kehilangan HP atau mengalami kejadian darurat yang mengharuskan mereka mencari telepon koin. HP menawarkan banyak kemudahan, tinggal memencet tombol dari atas tempat tidur, misalnya, kita bisa berkomunikasi dengan orang lain. Tidak perlu antre sampai kaki pegal.
Sepintas dan setidaknya sampai saat ini tidak ada yang mempersoalkan kondisi telepon umum yang tidak terurus, karena hampir semua orang beranggapan hal itu sebagai risiko bisnis perusahaan telekomunikasi. Padahal, kalau dibandingkan dengan negara-negara lain, seperti Singapura, Malaysia, bahkan Amerika Serikat (AS) sekalipun, sarana telepon umum tetap dipelihara dan dirawat, meskipun tingkat kehidupan masyarakatnya lebih maju dibanding Indonesia.
Tetapi, bukan orang Indonesia kalau tidak mengikuti tren dan gengsi. Yang lama selalu dibuang dan yang baru terus diburu. Memelihara sarana telepon umum seperti di Amerika, Singapura atau Malaysia itu sama artinya ketinggalan zaman.
Nila, mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta mengaku beralih menggunakan HP karena praktis, bisa dibawa kemana-mana dan keren. "Saya memilih menggunakan telepon seluler. Apalagi sekarang ada CDMA. Untuk telepon lokal pun lebih murah. Tidak perlu ke telepon umum, saya bisa menelepon kapan saja saya menginginkannya," katanya. Telepon umum di mata Nila, banyak kekurangannya. Selain banyak pesawatnya yang rusak dan tidak terurus, pemakaiannya kurang nyaman, karena ada pembatasan waktu serta harus antre.
Alasan Nila bisa diterima, paling tidak untuk dirinya sendiri. Tetapi meninggalkan telepon umum, apalagi membiarkannya merana, termasuk menyalahkan sebagai ketinggalan zaman tentu bukan sikap yang bijak. Telepon umum adalah fasilitas kota yang harus ada. Sebuah kota dianggap layak, jika memiliki fasilitas umum seperti telepon umum. Apalagi, masih banyak kelompok masyarakat sampai saat ini mencintai telepon umum, bahkan setia menggunakannya.
Sutio Wardiono, warga Jakarta Timur, mengaku selalu menghubungi istri dan anak semata wayangnya di sela-sela kesibukannya bekerja dengan telepon umum. Tio, bapak yang sudah menginjak usia 39 tahun ini mengaku, masih tetap menikmati fasilitas murah dari PT Telkom ini sejak 20 tahun silam. Kebiasaan ini terus dilakukannya setiap hari. "Saya masih menggunakan telepon umum setiap hari, walaupun punya telepon genggam," kata Tio.
Tarif telepon umum lebih murah dan sekarang lebih bebas memakai, karena masyarakat sudah jarang yang memakainya. Dia mengaku, selalu mengantongi koin hanya untuk berkomunikasi dengan dua istri dan buah hatinya. Dengan modal koin Rp 100, ia sudah dapat menikmati percakapan kurang lebih satu menit. "Sarana telepon umum masih termasuk murah. Terkadang saya suka menghubungi saudara di Depok hanya mengeluarkan dana Rp 500 dan sudah puas bicara. Pokoknya masih lumayan lah," kata pria kelahiran Jakarta ini. Sedangkan, setiap hari, dia hanya menghabiskan koin hingga Rp 800 untuk menanyakan kondisi istri dan anaknya.
SP/Luther Ulag
Fasilitas telepon umum beralih fungsi menjadi tempat tidur pedagang kaki lima.
Hari gini masih pake telepon umum? Kayaknya aneh ya." Kata-kata mirip iklan sebuah produk telepon seluler atau yang kerap disebut HP itu berhasil menyihir ribuan warga Indonesia untuk memiliki HP. Lagi pula, harganya murah dan terjangkau. Lalu bagaimana nasib telepon umum atau biasa disebut telepon koin saat ini?
Fasilitas umum yang sekitar 10 tahun lalu pernah membuat orang harus antre menggunakan jasanya, kini nyaris kosong melompong, walau di beberapa tempat masih ada yang menggunakannya, terutama masyarakat kecil dan mereka yang kebetulan kehilangan HP atau mengalami kejadian darurat yang mengharuskan mereka mencari telepon koin. HP menawarkan banyak kemudahan, tinggal memencet tombol dari atas tempat tidur, misalnya, kita bisa berkomunikasi dengan orang lain. Tidak perlu antre sampai kaki pegal.
Sepintas dan setidaknya sampai saat ini tidak ada yang mempersoalkan kondisi telepon umum yang tidak terurus, karena hampir semua orang beranggapan hal itu sebagai risiko bisnis perusahaan telekomunikasi. Padahal, kalau dibandingkan dengan negara-negara lain, seperti Singapura, Malaysia, bahkan Amerika Serikat (AS) sekalipun, sarana telepon umum tetap dipelihara dan dirawat, meskipun tingkat kehidupan masyarakatnya lebih maju dibanding Indonesia.
Tetapi, bukan orang Indonesia kalau tidak mengikuti tren dan gengsi. Yang lama selalu dibuang dan yang baru terus diburu. Memelihara sarana telepon umum seperti di Amerika, Singapura atau Malaysia itu sama artinya ketinggalan zaman.
Nila, mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta mengaku beralih menggunakan HP karena praktis, bisa dibawa kemana-mana dan keren. "Saya memilih menggunakan telepon seluler. Apalagi sekarang ada CDMA. Untuk telepon lokal pun lebih murah. Tidak perlu ke telepon umum, saya bisa menelepon kapan saja saya menginginkannya," katanya. Telepon umum di mata Nila, banyak kekurangannya. Selain banyak pesawatnya yang rusak dan tidak terurus, pemakaiannya kurang nyaman, karena ada pembatasan waktu serta harus antre.
Alasan Nila bisa diterima, paling tidak untuk dirinya sendiri. Tetapi meninggalkan telepon umum, apalagi membiarkannya merana, termasuk menyalahkan sebagai ketinggalan zaman tentu bukan sikap yang bijak. Telepon umum adalah fasilitas kota yang harus ada. Sebuah kota dianggap layak, jika memiliki fasilitas umum seperti telepon umum. Apalagi, masih banyak kelompok masyarakat sampai saat ini mencintai telepon umum, bahkan setia menggunakannya.
Sutio Wardiono, warga Jakarta Timur, mengaku selalu menghubungi istri dan anak semata wayangnya di sela-sela kesibukannya bekerja dengan telepon umum. Tio, bapak yang sudah menginjak usia 39 tahun ini mengaku, masih tetap menikmati fasilitas murah dari PT Telkom ini sejak 20 tahun silam. Kebiasaan ini terus dilakukannya setiap hari. "Saya masih menggunakan telepon umum setiap hari, walaupun punya telepon genggam," kata Tio.
Tarif telepon umum lebih murah dan sekarang lebih bebas memakai, karena masyarakat sudah jarang yang memakainya. Dia mengaku, selalu mengantongi koin hanya untuk berkomunikasi dengan dua istri dan buah hatinya. Dengan modal koin Rp 100, ia sudah dapat menikmati percakapan kurang lebih satu menit. "Sarana telepon umum masih termasuk murah. Terkadang saya suka menghubungi saudara di Depok hanya mengeluarkan dana Rp 500 dan sudah puas bicara. Pokoknya masih lumayan lah," kata pria kelahiran Jakarta ini. Sedangkan, setiap hari, dia hanya menghabiskan koin hingga Rp 800 untuk menanyakan kondisi istri dan anaknya.
SP/Luther Ulag
Fasilitas telepon umum beralih fungsi menjadi tempat tidur pedagang kaki lima.
Selasa, 25 Mei 2010
CerPen "Pembunuhan Berantai"
Pagi yang cerah, hmm sebenarnya subuh sih. Siren mengikuti ibunya ke pasar, meskipun badan Tini sudah besar tapi dia masih tergolong anak kecil karena usianya baru menginjak 5 tahun. Ibunya yang setiap pagi berbelanja ke pasar selalu mengajak anak nya itu.
Yah mau gimana lagi y? Jarak dari rumah ke pasar lumayan jauh dan mungkin dapat membakar lemak di tubuh yang Siren lihat dari postur tubuh ibunya yang gemuk tapi sehat. Tidak kaya Siren yang gemuk tetapi tidak sehat hahahahha karena malas berolahraga. Singkat cerita setiap pulang dari pasar Siren dan Ibunya dijemput dengan motor. Y walaupun masih kecil tapi Siren dapat membedakan yang mana Bapa asli dan yang mana temannya . hahahaha
Yang jelas itu temannya ibu Siren. Stiap Siren berkata “ Ibu siapakah dia?”
Laki laki yang baik hati dan suka mengantarkan kita pulang hanya sampai depan gang? Kenapa tidak sampai rumah?”
Lalu ibunya menjawab”itu teman ibu” dan kamu jangan bilang siapa siapa y?”
Dan semenjak itu Siren hanya terdiam mengikuti kegiatan anteran gratis, y menurutnya lebih baik daripada harus jalan kaki yang dapat membuat kaki kakinya pegel pegel sampai rumah dan yang parahnya lagi jika sudah kecapean yah Siren tidur hingga bangun siang hari. Sungguh pemalas.
1 bulan berlalu, dan akhirnya ketahuan dech sama Bapak bahwa setiap pulang pasar Siren dan ibunya diantarkan oleh seorang laki laki. Gaya detektif pun muncul maklum sifat suami pasti bakalan cemburu dunk. Usut punya usut ternyata laki laki yang sering atau bahkan rajin sekali mengantarkan Siren dan ibunya pulang dari pasar bernama Ted, seorang supir bajaj. Dan parahnya lagi sudah memiliki istri dan 2 anak.
Tanpa pikir panjang dibawalah istrinya itu ke Pak Rt( RUKUN TETANGGA).
Dan terlibat cekcok yang sangat tragis.
Pak RT : “ Kalian ini ada apa ribut ribut?”
Ibu Siren : “ Begini pak RT, saya dianggap berselingkuh dengan Ted, padahal ted hanya antar saya pulang dari pasar saja”.
Bapak Siren :” Tidak mungkin! Saya sebagai suami tidak dihargai sama sekali masa istri sendri malah pulang dengan suami orang lain. Emang saya dianggap apa?”
Pak RT :” Kalian ini sudah menikah 5 tahun yang lalu. Kenapa masih saja ribut? Tidak malu dengan anak kalian? Masalah itu ya wajar saja jika hanya mengantarkan. Jadi tidak usah dibesar besarkan.”
Bapak Siren : “ Bapak RT ini gimana tau g si norma dan udang undang pernikahan?”
Pak RT :” Ya saya tau .”
Bapak Siren : “ jadi jelas lah pak bahwa istri saya selingkuh ! dan saya sebagai suaminya akan melakukan tugas sebagai suaminya yaitu memusnahkannya, membunuh nya.”
Pak Rt : “ sabar tenang pak tenang!”
Bapak Siren : “tidak bisa pikir dong pak pake otak dan pikiran apa bapak tidak cemburu jika istri bapa berbuat seperti itu?” ( bicara nya sudah kalut dan emosi dengan mencoba meredakan marahnya sendiri bapak siren pulang dengan seruan bahwa dia akan mebunuh dan memusnahkan)
Seminggu berlalu dengar punya telinga dan ucap punya mulut, terdengarlah sampai ke telinga ibu RT, bisa dianggap ibu RT ini sangat berpendidikan di antara sekian banyak tetangga. Karena hanya dia yang mempunyai predikat guru disalahsatu sekolah menengah atas. Dan suatu hari ketika Ibu RT menegur Bapa siren .
Ibu Siren : “ selamat siang pak ?”
Bapak Siren : “ selamat siang Ibu RT, apa kabar nih Ibu RT?”
Ibu Rt : “ Langsung saja ni saya ingin menanyakan tentang ihkwal kebenaran bahwa bapak ingin membunuh?”
Bapak Siren : “ iya benar. Ada apa ?”
Ibu RT : “maaf jika sebelumnya saya mengurui bapak karena Bertentangan dengan Undang Undang Dasar 1945 pasal 28 (1) yang berkaitan dengan hak setiap orang untuk hidup atau merupakan pelangggaran hak asasi manusia “bagi si penjahat”, dapat hukuman seumur hidup, gimana nasib anak kalian? Coba pikirkan kembali !”
Bapak Siren : (dengan tersenyum puas dan sedikit mengejek) dan saya juga akan membunuh yang lainnya jika mereka ikut terlibat.”
Ibu RT : ”hah !” ( sambil melonjak kegirangan eh ketakutan )
Bapak Siren : ” Begini IBU RT yang terhormat, saya ini suami nya dan ibarat perusahaan perkebunan yang dimana jika ada hama/penyakit yang menggangu perlu diberikan penyemprotan, pemusnahan hama. Bukan mencabut tanamanya atau merusak dengan paksa tanaman tsb. Jadi saya ini ingin membunuh sifat nya istri saya yang selingkuh bukan mebunuh orangnya. Saya juga punya otak dan akal untuk berpikir jika orang yang bersalah itu karena sikapnya bukan murni orangnya salah semua, hahahahahahahhaha IBU RT ini gimana kan pendidikan Ibu lebih tinggi dari saya masalah gitu aja tidak paham.”( sambil tersenyum dan tertawa kecil )
Ibu RT : owh begitu maaf y pa? Saya menggangu. (langsung ngeloyor pergi dengan wajah merona).
hahahhahahahhahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Yah mau gimana lagi y? Jarak dari rumah ke pasar lumayan jauh dan mungkin dapat membakar lemak di tubuh yang Siren lihat dari postur tubuh ibunya yang gemuk tapi sehat. Tidak kaya Siren yang gemuk tetapi tidak sehat hahahahha karena malas berolahraga. Singkat cerita setiap pulang dari pasar Siren dan Ibunya dijemput dengan motor. Y walaupun masih kecil tapi Siren dapat membedakan yang mana Bapa asli dan yang mana temannya . hahahaha
Yang jelas itu temannya ibu Siren. Stiap Siren berkata “ Ibu siapakah dia?”
Laki laki yang baik hati dan suka mengantarkan kita pulang hanya sampai depan gang? Kenapa tidak sampai rumah?”
Lalu ibunya menjawab”itu teman ibu” dan kamu jangan bilang siapa siapa y?”
Dan semenjak itu Siren hanya terdiam mengikuti kegiatan anteran gratis, y menurutnya lebih baik daripada harus jalan kaki yang dapat membuat kaki kakinya pegel pegel sampai rumah dan yang parahnya lagi jika sudah kecapean yah Siren tidur hingga bangun siang hari. Sungguh pemalas.
1 bulan berlalu, dan akhirnya ketahuan dech sama Bapak bahwa setiap pulang pasar Siren dan ibunya diantarkan oleh seorang laki laki. Gaya detektif pun muncul maklum sifat suami pasti bakalan cemburu dunk. Usut punya usut ternyata laki laki yang sering atau bahkan rajin sekali mengantarkan Siren dan ibunya pulang dari pasar bernama Ted, seorang supir bajaj. Dan parahnya lagi sudah memiliki istri dan 2 anak.
Tanpa pikir panjang dibawalah istrinya itu ke Pak Rt( RUKUN TETANGGA).
Dan terlibat cekcok yang sangat tragis.
Pak RT : “ Kalian ini ada apa ribut ribut?”
Ibu Siren : “ Begini pak RT, saya dianggap berselingkuh dengan Ted, padahal ted hanya antar saya pulang dari pasar saja”.
Bapak Siren :” Tidak mungkin! Saya sebagai suami tidak dihargai sama sekali masa istri sendri malah pulang dengan suami orang lain. Emang saya dianggap apa?”
Pak RT :” Kalian ini sudah menikah 5 tahun yang lalu. Kenapa masih saja ribut? Tidak malu dengan anak kalian? Masalah itu ya wajar saja jika hanya mengantarkan. Jadi tidak usah dibesar besarkan.”
Bapak Siren : “ Bapak RT ini gimana tau g si norma dan udang undang pernikahan?”
Pak RT :” Ya saya tau .”
Bapak Siren : “ jadi jelas lah pak bahwa istri saya selingkuh ! dan saya sebagai suaminya akan melakukan tugas sebagai suaminya yaitu memusnahkannya, membunuh nya.”
Pak Rt : “ sabar tenang pak tenang!”
Bapak Siren : “tidak bisa pikir dong pak pake otak dan pikiran apa bapak tidak cemburu jika istri bapa berbuat seperti itu?” ( bicara nya sudah kalut dan emosi dengan mencoba meredakan marahnya sendiri bapak siren pulang dengan seruan bahwa dia akan mebunuh dan memusnahkan)
Seminggu berlalu dengar punya telinga dan ucap punya mulut, terdengarlah sampai ke telinga ibu RT, bisa dianggap ibu RT ini sangat berpendidikan di antara sekian banyak tetangga. Karena hanya dia yang mempunyai predikat guru disalahsatu sekolah menengah atas. Dan suatu hari ketika Ibu RT menegur Bapa siren .
Ibu Siren : “ selamat siang pak ?”
Bapak Siren : “ selamat siang Ibu RT, apa kabar nih Ibu RT?”
Ibu Rt : “ Langsung saja ni saya ingin menanyakan tentang ihkwal kebenaran bahwa bapak ingin membunuh?”
Bapak Siren : “ iya benar. Ada apa ?”
Ibu RT : “maaf jika sebelumnya saya mengurui bapak karena Bertentangan dengan Undang Undang Dasar 1945 pasal 28 (1) yang berkaitan dengan hak setiap orang untuk hidup atau merupakan pelangggaran hak asasi manusia “bagi si penjahat”, dapat hukuman seumur hidup, gimana nasib anak kalian? Coba pikirkan kembali !”
Bapak Siren : (dengan tersenyum puas dan sedikit mengejek) dan saya juga akan membunuh yang lainnya jika mereka ikut terlibat.”
Ibu RT : ”hah !” ( sambil melonjak kegirangan eh ketakutan )
Bapak Siren : ” Begini IBU RT yang terhormat, saya ini suami nya dan ibarat perusahaan perkebunan yang dimana jika ada hama/penyakit yang menggangu perlu diberikan penyemprotan, pemusnahan hama. Bukan mencabut tanamanya atau merusak dengan paksa tanaman tsb. Jadi saya ini ingin membunuh sifat nya istri saya yang selingkuh bukan mebunuh orangnya. Saya juga punya otak dan akal untuk berpikir jika orang yang bersalah itu karena sikapnya bukan murni orangnya salah semua, hahahahahahahhaha IBU RT ini gimana kan pendidikan Ibu lebih tinggi dari saya masalah gitu aja tidak paham.”( sambil tersenyum dan tertawa kecil )
Ibu RT : owh begitu maaf y pa? Saya menggangu. (langsung ngeloyor pergi dengan wajah merona).
hahahhahahahhahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Jumat, 21 Mei 2010
Resensi Film Kabhi Alvida Na Kehna

Percakapan yang terjadi antara Dev Saran (Shahrukh Khan), dengan Maya (Rani Mukherjee) pada hari pernikahannya dengan Rishi Talwar (Abishek Bachchan).
Seperti orang bijak sering berkata, bahwa tidak ada pernikahan antara dua orang yang benar2 cocok, yang ada hanyalah dicocok2an.
Karir Dev, suami Rhea (Preity Zinta) sebagai pemain sepakbola terhenti setelah sebuah kecelakaan yang mengakibatkan kakinya cacat. Rhea yang bekerja pada redaksi majalah mode, menjadi pencari nafkah utama dalam keluarganya. Kegagalan dirinya, ditambah dengan kesuksesan karir Rhea, membuat sifat pemarah Dev menjadi2. Kehidupan pernikahan mereka hambar.
Sementara Maya yang tak pernah benar2 mencintai Rishi, juga tidak bahagia dalam pernikahannya. Sifat guru taman kanak2 yang sangat teratur, kalem dan anti-pesta ini, sangat berkebalikan dengan suaminya yang dibesarkan seorang Ayah yang hedonis. Padahal Rishi sangat mencintai Maya, walaupun Maya tak bisa memberinya anak. Maya dan Rishi pun seakan menemui jalan buntu dalam komunikasi.
Berawal dari perasaan senasib saat pasangan masing2 begitu menikmati pesta, Maya dan Dev menjadi akrab. Keduanya bertukar saran untuk memperbaiki kehidupan pernikahan masing2. Agar Maya bersikap lebih sensual terhadap suaminya, dan Dev lebih romantis terhadap istrinya.
Ternyata malah mereka menemukan kecocokan. Cinta datang tanpa dicari, saat keduanya telah terikat pernikahan.
Rishi dan Maya
Dilihat dari satu sisi, cinta mereka adalah milik dua orang egois yang hanya mengasihani diri sendiri. Pernikahan yang hambar dan dingin adalah karena kegagalan dua orang, dan tidak bisa dibebankan kepada satu orang yang terus menerus berbuat salah.
Bukan salah Dev dan Maya ketika mereka saling tertarik, tetapi mereka menjadi salah ketika ketertarikan itu dipupuk subur sehingga tumbuh menjadi sebuah perselingkuhan.
Tapi di sisi lain, konon cinta tak pernah salah. Lalu apakah perceraian adalah solusinya? Mengorbankan ikatan suci dengan seorang tidak dicintai demi orang ketiga?
Lambat tapi tak membosankan
Sutradara Karan Johar mengangkat sebuah tema yang sensitif, terutama untuk publik India dan Asia pada umumnya. Tak seperti film2nya sebelum ini yang diwarnai kehidupan kampus dan agak komikal, seperti Kuch Kuch Hota Hai dan Kabhi Kushi Kabhie Gham, Kabhi Alvida Naa Kehna lebih dewasa. Setting kota New York membuat kesan modern dan open minded lebih terasa, walaupun masih ada kesan hanya “tempelan” belaka.
Dari keseluruhan pemain, akting komikal Amitabh Bachchan sebagai ayah Rishi adalah yang paling menonjol. Shahrukh Khan tetap dengan gayanya yang seperti biasa di awal film, tetapi semakin serius sebagai Dev yang menjadi pemarah. Sayangnya chemistry antara Shahrukh dan Rani yang terjalin indah dalam Chalte Chalte, tak begitu terasa dalam film ini.
Maya dan Dev
Alur cerita berjalan lambat, terutama di separuh pertama. Tetapi adegan2 yang catchy, lagu2 yang indah dan dialog memikat membuat semuanya jadi tak membosankan. Patut dicatat lagu tema “Kabhi Alvida Naa Kehna” yang agak sendu, dan bernuansa “Kal Ho Naa Ho”. Juga “Rock n’ Roll Soniye” yang ngebeat.
Adegan yang paling membuat miris adalah ketika Rhea bercerita kepada Dev bahwa ia menolak pindah ke London, walaupun itu berarti menolak promosi karir. Dev yang terlanjur merasa minder dengan kesuksesan Rhea, malah menganggap itu sebagai penghinaan tak langsung.
Juga saat Rhea mengkonfrontasi Maya saat bertemu di pesta pernikahan kedua Rishi. Tidak membabi buta, namun cukup pedas.
Sayangnya ada beberapa hal yang terkesan dipaksakan. Bagaimana Dev dan Maya bertemu kembali di stasiun tiga tahun setelah pertemuan pertama mereka, karena teror Black Beast penculik anak. Bahwa keduanya kemudian begitu sering bertemu hanya untuk saling memberi saran (atau memang hanya alasan?). Bahwa Rhea langsung meminta cerai dari Dev saat suaminya itu mengaku telah berselingkuh (kekesalan yang telah memuncak?). Dan bahwa Dev begitu mudah meninggalkan anaknya, padahal konon kelahiran anaknya adalah saat yang paling membahagiakannya.
Tetapi dalam sebuah film India yang pandai memainkan emosi dengan adegan2 dramatis, hal2 seperti itu menjadi tidak begitu penting. Kabhi Alvida Naa Kehna tetap menarik untuk ditonton. Tiga jam yang membawa penonton pada berbagai perenungan.
Kesan
Mungkin tidak seekstrem itu, tetapi intinya, kita sendirilah yang harus berusaha agar ikatan pernikahan itu abadi. Saling menyesuaikan diri dan berkomunikasi. Tidak perlu mencari2 cinta setelah pernikahan, apalagi karena alasan ketidakcocokan.
Resensi Novel "ALWAYS LAILA"

Judul buku : Always, Laila (hanya cinta yang bisa)
Penulis : Andi Eriawan
Penerbit,tahun : GagasMedia, Jakarta, 2004
Tebal buku : 228 + xii halaman
Seorang wanita yang bernama Laila, umur 25 tahun, memiliki segalanya dan mempunyai pacar (Prameswara) yang selama 8 tahun menemani hari-hari bahagianya. Yang selalu memberi kejutan, bahkan romantis yang lucu dan sangat menghibur hati Laila.
Latar belakang Laila sangat sederhana yang lulusan Teknik penerbangan.
Adapun Pram atau lengkapnya Phrameswara, sebaya dengan Laila, yang pertama kali bertemu sudah menemukan chemistry yang sangat indah. Yang pram yakini bahwa Laila adlah kekasihnya pada jaman dahulu yang mengalami reinkarnasi untuk bertemu kembali dengan Pram. Pram adalah sosok yang easy going, arsitek yang suka memasak, hingga memiliki kafe yang dinamakan Laila’s CafĂ©, karena sangat mencintai Laila. Sebagai orang Bandung, Pram tidak menyukai bioskop dan factory outlet (FO) yang banyak bertebaran di kota itu. Semula ia tidak mau mengambil profesi yang mendasari pendidikannya, tetapi keadaan berbalik ketika Laila memutuskan cintanya begitu saja. Pram lalu pindah ke Yogya, bekerja pada sebuah perusahaan properti.
Kisah Laila dan Pram sebenarnya sederhana. Dua kekasih yang serasi, sepakat untuk menikah. Tak ada yang tidak menyetujui niat keduanya, karena kedua keluarga telah saling mengenal dengan baik. Tetapi tatkala mendapati dirinya mengidap Carsinoma Ovarium, yang mengakibatkan kedua indung telurnya harus diangkat demi keselamatan hidupnya, niat menikah itu pupus. Laila telah membayangkan perkawinannya kelak akan gaduh dengan suara anak-anak, dan Pram pun meyakini Laila akan menjadi istri dan ibu yang baik. Tetapi, apa artinya jika Laila tak bisa memiliki anak yang lahir dari rahimnya sendiri?
Tanpa diketahui Pram, Laila punya argumen sendiri tentang kenyataan hidupnya. Menurutnya, untuk waktu-waktu dekat Pram mungkin akan menerima kondisi tubuh Laila dan tidak menjadikannya masalah besar. Tetapi, bagaimana lima atau sepuluh tahun mendatang? Apalagi Pram anak tunggal yang tentu diharapkan memiliki anak sebagai penerus keluarga.
Karena tidak ingin mengorbankan Pram itulah, lantas Laila menarik diri menjauh dari Pram tanpa pernah menjelaskan alasannya. Sementara Pram tetap mengejarnya dan selalu berusaha sampai putus asa lalu memutuskan pindah ke Yogya.
Lalu, setelah memikirkan sekian lama, Laila berubah, ingin kembali kepada Pram, dan mengejarnya ke Yogya. Tetapi Pram keburu meninggal kejatuhan balok batu karena menyelamatkan seorang pekerjanya.
Kesan
Dengan gaya tulisan yang lebih mirip monolog, bolak-balik, penulisnya mengemas novel ini menjadi ringan, lucu, menghibur. Ide cerita yang sederhana, biasa, klise, diolah dengan kalem tetapi lancer, dan yang paling mengharukan ketika Laila membaca surat yang ditinggalkan oleh Pram untuknya.
Sebagai wanita sangat wajar jika ,menjadi panik sebab mengetahui bahwa mempunyai penyakit yang sangt ditakuti oleh wanita. Karena apalah arti ibu jika tidak mempunyai anak dari rahimnnya sendiri.
Dan selalu dan dimanapun setiap wanita akan selalu ingin menjadi ibu yang sempurna .
Ide cerita ini sangat menyentuh hati . dan unik karena seperti reinkarnasi yang sungguh sungguh nyata dengan sejarah Malaysia dengan nama Prameswara.
dan I like this novel
karena jarang sekali para pengarang novel yang berimajinasi sangat romantis.
Minggu, 16 Mei 2010
Perkembangan Virus
penyebaran virus udah ngga’ keitung lagi. Akan tetapi dampak yang ditimbulkan ngga’ terlalu besar. Baru tahun 1995 muncul serangan besar-besaran. Ngga’ tanggung-tanggung, mereka nyerang perusahaan-perusahaan besar diantaranya Griffith Air Force Base, Korean Atomic Research Institute, NASA, IBM dan masih banyak PERUSAHAAN RAKSASA lain yang dianiaya oleh “INETRNET LIBERATION FRONT” di hari ~Thanksgiving~. Karena keberanian dan kedahsyatan serangan itu, tahun 1995 dijuluki sebagai tahunnya para Hacker dan Cracker.
Para Cracker memang tidak pernah puas. Setiap muncul sistem operasi atau program baru, mereka sudah siap dengan virus barunya. Kamu yang sering ngetik dengan MS Word mungkin pernah nemuin virus Titassic. Ini virus local asli Indonesia lho… and uniknya, virus ini ngingetin kita buat sholat tepat pada waktunya (waduh, alim juga ya..) Tapi jangan salah, virus macro yang punya judul [concept]ini juga bisa berhati jahat, sangar and ganas banget. Soalnya si alim yang jahat ini bakalan ngemusnahin 80% file-file data and program korbannya.
Nah, seiring dengan perkembangan teknologi, muncul virus pertama yang mengkombinasi virus macro dan worm. Namanya cukup manis [Melissa]. Tapi ngga’ semanis namanya, virus ini bakalan menyebar ke orang lain lewat E-Mail and yang paling menyakitkan, ia bakalan nyebar ke semua alamat E-Mail yang ada di address book-mu. Dan saat ini muncul jutaan virus yang bergentayangan ngga’ karuan di alam Internet.
gmcj.wordpress.com
Para Cracker memang tidak pernah puas. Setiap muncul sistem operasi atau program baru, mereka sudah siap dengan virus barunya. Kamu yang sering ngetik dengan MS Word mungkin pernah nemuin virus Titassic. Ini virus local asli Indonesia lho… and uniknya, virus ini ngingetin kita buat sholat tepat pada waktunya (waduh, alim juga ya..) Tapi jangan salah, virus macro yang punya judul [concept]ini juga bisa berhati jahat, sangar and ganas banget. Soalnya si alim yang jahat ini bakalan ngemusnahin 80% file-file data and program korbannya.
Nah, seiring dengan perkembangan teknologi, muncul virus pertama yang mengkombinasi virus macro dan worm. Namanya cukup manis [Melissa]. Tapi ngga’ semanis namanya, virus ini bakalan menyebar ke orang lain lewat E-Mail and yang paling menyakitkan, ia bakalan nyebar ke semua alamat E-Mail yang ada di address book-mu. Dan saat ini muncul jutaan virus yang bergentayangan ngga’ karuan di alam Internet.
gmcj.wordpress.com
ASAL MUASAL VIRUS
Virus yang pertama kali muncul di dunia ini bernama [Elk Cloner] lahir kira-kira tahun 1981 di TEXAS A&M. Menyebar melalui disket Apple II yang ada operating systemnya. Sang perusak ini mendisplay pesan di layar : “It will get on all your disks-It will infiltrate your chips–yes it is Cloner!-It will stick to you like glue-It will modify RAM too-send in the Cloner!” Hi……………….
Nama “Virus” itu sendiiri baru diberkan setelah 2 tahun kelahirannya oleh Len Adleman pada 3 November 1983 dalam sebuah seminar yang ngebahas cara membuat virus and memproteksi diri dari virus. Tapi orang-orangorang sering menganggap bahwa virus yang pertama kali muncul adalah virus [Brain] yang justru lahir tahun 1986. Wajar aja, soalnya virus ini yang paling menggemparkan dan paling meluas penyebarannya karean menjalar melalui disket DOS yang waktu itu lagi ngetrend. Lahirnya juga bersamaan dengan [PC-Write Trojan] dan [Vindent]
Mulai saat itu, `virus mulai menguasai dunia. Perkembangannya mengerikan dan sangar banget ! berselang satu tahun muncul virus pertama yang menginfeksi file. Biasanya yang diserang adalah file yang berekstensi *.exe Virus ini bernama [suriv] termasuk dalam golongan virus “jerussalem”. Kecepatan penyebarannya cukup ‘menggetarkan hati’ untuk saat itu. Tapi virus ini ngga’ terlalu jahat ko’ soalnya virus ini menghantam dan menghajar mainframe-nya IBM ngga’ lama-lama, cuma setahun (eh setahun itu lama apa sebentar ya…?)
Tahun 1988, muncul serangan BESAR terhadap Machintosh oleh virus [MacMag] dan [scores] dan jaringan Internet dihajar habis-habisan oleh virus buatan Robert Morris. Tahun 1989 ada orang iseng yang ngirim file “AIDS information program” dan celakanya, begitu file ini dibuka, yang didapat bukannya info tentang AIDS, tapi virus yang mengenskrypsi harddisk dan meminta bayaran untuk kode pembukanya (hehehe…….. ada-ada aja cara orang nyari duit)
Nama “Virus” itu sendiiri baru diberkan setelah 2 tahun kelahirannya oleh Len Adleman pada 3 November 1983 dalam sebuah seminar yang ngebahas cara membuat virus and memproteksi diri dari virus. Tapi orang-orangorang sering menganggap bahwa virus yang pertama kali muncul adalah virus [Brain] yang justru lahir tahun 1986. Wajar aja, soalnya virus ini yang paling menggemparkan dan paling meluas penyebarannya karean menjalar melalui disket DOS yang waktu itu lagi ngetrend. Lahirnya juga bersamaan dengan [PC-Write Trojan] dan [Vindent]
Mulai saat itu, `virus mulai menguasai dunia. Perkembangannya mengerikan dan sangar banget ! berselang satu tahun muncul virus pertama yang menginfeksi file. Biasanya yang diserang adalah file yang berekstensi *.exe Virus ini bernama [suriv] termasuk dalam golongan virus “jerussalem”. Kecepatan penyebarannya cukup ‘menggetarkan hati’ untuk saat itu. Tapi virus ini ngga’ terlalu jahat ko’ soalnya virus ini menghantam dan menghajar mainframe-nya IBM ngga’ lama-lama, cuma setahun (eh setahun itu lama apa sebentar ya…?)
Tahun 1988, muncul serangan BESAR terhadap Machintosh oleh virus [MacMag] dan [scores] dan jaringan Internet dihajar habis-habisan oleh virus buatan Robert Morris. Tahun 1989 ada orang iseng yang ngirim file “AIDS information program” dan celakanya, begitu file ini dibuka, yang didapat bukannya info tentang AIDS, tapi virus yang mengenskrypsi harddisk dan meminta bayaran untuk kode pembukanya (hehehe…….. ada-ada aja cara orang nyari duit)
Penyakit Terbagi 2
Kita mengenal saat ini penyakit terbagi 2 kategori, yaitu penyakit Medis atau gangguan pada jaringan tubuh, dan Non Medis berupa gangguan mahluk halus seperti Jin, Khodam dan Roh jahat. Akan tetapi saat ini muncul gangguan penyakit yang tidak termasuk dalam kedua kategori diatas
Langganan:
Postingan (Atom)
